Percakapan di suatu siang..

“Aku iri deh sama kamu. Aku iri dengan semua kegiatanmu. Rasanya, pengen juga bisa aktif ikut-ikut terjun di dunia penelitian, apalagi tingkat internasional.”

Tertegun aku mendengar kalimat itu. Dalam hatipun aku berujar..

“Masya Allah.. Aku pun iri padamu. Sudah ada seorang pangeran yang siap menjagamu. Bahkan seorang mujahid kecil akan segera melengkapi kebahagiaanmu”

Simpul senyum segera ku lengkungkan, tak henti hati ini melafalkan asma-Nya yg kekal..

Subhanallah.. Tahukah apa yang aku pikirkan?
Sungguh Allah memberikan kebahagiaan melalui banyak jalan..
Melalui banyak kisah cerita yang berlainan..

Mungkin ada sebagian mereka yang terpaksa mengundurkan waktu kuliahnya karena menikah di pertengahan tingkat studinya. Belum sempat menyandang gelar sarjana, gelar ibu sudah lebih dulu didapatinya, tentu saja dengan konsekuensi waktu lulus yang lebih lama..
Namun lihatlah, senyum itu tetap ada tatkala ia mengucapkan selamat pada rekan sejawatnya. Ia tetap bahagia dengan pilihannya..

Atau lihatlah mereka yang memilih untuk berkarya lebih lama sebagai seorang mahasiswa. Di saat teman yang lain “menggenapi” tepat waktu kelulusannya, mereka memutuskan “mengganjilkannya”. Namun mereka tetap tegar menyongsong asa, karena yakin gulir masa perpanjangan mereka berbuah harapan nyata..

Lihatlah mereka yang hingga usia 25-an belum memutuskan untuk menikah, saat masa lajangnya ia baktikan untuk dakwah. Demi maksimalnya potensi diri yang terkerah. Tak kita temui gurat sesal pada parasnya, namun ridha dan sekali lagi, senyum bahagia itu tetap tersketsa pada wajah yg terseret lelah..

Tak perlulah ku ceritakan tentang mereka yang (alhamdulillah) mampu menyelesaikan kuliah tepat waktu, menjemput rangkaian prestasi bermutu, mendapatkan kerja perdalam ilmu, atau serangkaian alur-alur pilihan hidup lain yang terus maju. Pastilah kebahagiaan itu mewarnai catatan hari dan lisan-lisan kecil yang tak berdaya tanpa rahmat Sang Maha Pemberi…

Maka lihatlah, belajarlah, dan petiklah hikmah..
Bahwa setiap pilihan hidup kan membawa konsekuensi dua arah
Ketika kita mampu menjalaninya dengan syukur, husnuzhon yang tidak terukur,
Yakinlah kebahagiaan yang kan senantiasa menemani langkah-langkah kebaikan

Maka aku bahagia dengan bahagiaku..
Dan ku yakin, kamu pun bahagia dengan bahagiamu..
Mesti tak satu kisah cerita atau berbeda jalan pilihnya..
Bahagia kan tetap bersama mereka yang berjuang dengan ikhtiar nyata demi menggapai satu asa ..
Satu kerinduan dan cita untuk bertemu di jannah-Nya..

Karena pada syukur-Nya, Ia tuliskan bahagia…
Karena pada banyak cerita, walau tak harus mulus jalannya, ia tetap sematkan rasa itu disana…
Karena Ia, dan cinta-Nya, sangat besar untuk kita..

“Maka nikmat TuhanMU yang manakah yang akan kau dustakan??” ^_^

Advertisements