Suatu kali pernah aku ditanya, “Kamu suka laki-laki yang romantis ya?

Hanya senyum simpul yang tergurat, lalu segera ku menjawab “Laki-laki shalih yang lebih aku suka”

Andai bisa ku peluk orangnya di ujung sana..

Iya, romantis memang bisa menghadirkan kehangatan
Sesekali setangkai bunga, selembar puisi, atau sekedar lantunan lagu cinta
Romantis pula yang menggulirkan sipu malu ketika kejutannya menghadirkan bahagia

Namun lelaki shalih..
Ialah yang menghadirkan senyum saat kesedihan melanda
Mengingatkan kebaikan saat hati merasakan kelemahan iman
Ia yang menguatkan, saat ujian-ujian berdatangan

Lelaki shalih lah yang mengait tangan kita menghimpun doa
Berpacu dan berlomba dalam ibadah-ibadah taqwa
Ia yang sedia membantu di tengah keletihan mengurus rumah tangga
Ia yang tersenyum simpul saat kealfaan menghampiri istrinya

Lelaki shalih lah imam yang begitu mulia
Menghantar setiap langkah bersama menuju surga
Mengusap letih, menghilangkan perih, memberikan semangat jiwa
Agar setiap degup nadi tak lepas dari mengharap ridha-Nya

Tak perlu lah ku memiliki lelaki romantis dalam hidup ini
Karena shalih lebih dari cukup untuk mengisi lembaran hari
Mengisinya dengan tinta ketaqwaan, keimanan dan keistiqamahan
Hingga Allah meridhakan kami bersemayam di jannah-Nya yang diidamkan

Untuk lelaki shalih yg ku tunggu,

London, 29 Oktober 2011

Advertisements