Alhamdulillaah.. Segala puji hanya bagi Allah…
Hanya kepada Ia-lah hamba berserah dan menyembah..

Jum’at kemarin secara resmi adalah hari terakhir dw masuk kuliah di Imperial College London. Setelah itu ada break selama 1 bulan dilanjutkan pengerjaan thesis selama 4 bulan. Tapi jangan salah, break 1 bulan itu bukan liburan. Bahkan jauh dari kata LIBUR. Break yan dimaksud adalah waktu untuk mempersiapkan ujian untuk tanggal 1 Mei sekaligus mengumpulkan mini project ke-2 yang bisa dibilang beratnya sekelas ngerjain skripsi. Dan 2 hal itu harus dilakukan secara sinkron/bersamaan dalam waktu 1 bulan. Yups! Itulah makna belajar “full time” disini. Benar2 FULL! Alhamdulillaah.. ^^

Karena sudah di penghujung hari, dw ingin bercerita mengenai sekeping kisah demi kisah pengalaman yang terlewati disini. Hikmah dibalik perjalanan waktu, hari demi hari. Yuk sedikit ngobrol mengenai sistem pendidikan disini.

Dw kuliah full time, dari hari Senin sampai Jum’at, dimulai pukul 8.30 dan berakhir pukul 17.00. Sesi pagi untuk lecture (biasanya ada 2 materi besar) lalu siangnya adalah practical.  Hebatnya disini, mata kuliah 1 hari itu bisa merangkum pelajaran 1 semester di FKM UI. Dan yang lebih asiknya, mata kuliah biostatistik yang dw ga ngerti-ngerti di FKM UI bisa dipahami dengan cepat dalam waktu 1 hari karena langsung dipraktekkan melalui sesi practical. Sebutlah linear regression, Poisson distribution, Cox regression, multiple regression, meta analysis, dst. Yang lebih menantang lagi, dalam waktu kurang lebih 5 bulan kita dituntut sudah bisa menguasai 6 software baru, dan yang jelas software ini sangat bermanfaat banget untuk analisis-analisis data kesehatan ke depannya. Contoh: R, Stata, Berkeley Madonna, WinBUGS, GeowinBUGS, RIF, dsb.

Bisa dibayangkan kan materi yang harus dipahami ketika ujian. Oya, ujiannya hanya 1 kali di penghujung term setelah diberi waktu 1 bulan break untuk review lectures yg sudah didapat. Ujian berlangsung selama 3 jam. Dalam 1 term kurang lebih ada 7-8 mata kuliah. Jadi kalau sudah di penghujung term 2 ini, kurang lebih ada 14-16 mata kuliah yang harus direview untuk mengerjakan ujian. Jadi berasa kan waktu 1 bulan itu sedikit untuk review… ^^

Lanjut ke teman-teman di kelas. Berdasarkan pengamatan dan analisis dw (hehe), sepertinya Imperial hanya merekrut anak-anak yang sangat pandai dari berbagai negara, mungkin dengan komposisi 20% home students dan sisanya international students. Untuk jurusan dw (MSc Modern Epidemiology) ada 25 mahasiswa yang terekrut. Lima orang berasal dari UK dan sisanya campur. Tapi bisa dipastikan yang dari Asia cuma dw seorang. Untuk yang memakai jilbab, Alhamdulillah masih dw seorang. Untuk yang beragama muslim, ada 2 orang, yaitu dw dan 1 teman dw dari Nigeria, namanya Musthapa Abubakr. Teman-teman yang lain berasal dari negara Eropa lain (Jerman, Perancis, Italia, dll), Amerika dan sisanya Afro (Karibia, Nigeria, Somalia). Yang pasti dan tidak dw pungkiri adalah teman-teman disana semua pintar-pintar bgd, hehe.. Mereka sangat aktif diskusi, cari-cari materi, pinjam buku perpus, dan ngerjain tugas-tugas.

Mengenai kehidupan sosial di kampus.. Alhamdulillah semua baik-baik saja. Teman-teman disini sangat welcome dan menghormati, bahkan tanpa sungkan memberikan pertolongan. Meskipun dw berjilbab (panjang) sendiri, tapi ga ada perbedaan sikap dengan teman2 yang lain. Kita sama2 ngobrol, nanya2, diskusi, dan lain sebagainya. Pun ketika dw setiap selesai makan siang pamit untuk shalat zuhur, mereka dgn sigap dan terbiasa menjawab “Okay, see you in class then”. Naah.. ada yg unik dari kehidupan sosial disini, sepertinya anak muda di UK itu punya kebiasaan clubbing setiap malam jum’at, entah hanya sekedar nongkrong atau minum-minum. Tapi alhamdulillaah.. selama 5 bulan disini, belum ada yg pernah ngajak dw ikut ke pub (ya iyalaah.. liat penampilan juga :P). So far so good menurut dw, disini orang-orangnya ramah dan pengertian.

Eum.. di akhir tulisan, dw hanya ingin menggarisbawahi mengenai sesuatu yang dw renungi setelah (baru) 5 bulan belajar disini. Kebayang jika memang dunia penelitian dan pendidikan Indonesia masih sangat tertinggal jauh dari UK atau US atau negara eropa lainnya. Etos belajar mereka sangat tinggi, menghargai pola diskusi, rajin mencari-cari referensi, sangat dalam ketika memahami, dan fokus pada analisis. Ketika menjadi mahasiswa, benar-benar segenap kemampuan digunakan untuk menyerap ilmu pengetahuan. Teringat dengan perilaku mahasiswa Indonesia yang suka “nitip absen”, ngerjain tugas seadanya, kesal kalo dosen ngasih tugas, dsb. Belum lagi budaya dosen datang telat, ngasih kuliah seadanya dan tanpa persiapan, dst. Sekedar merefleksi… semoga tulisan ini mampu menggugah semangat belajar yang lebih positif dari teman-teman semua. Karena kita belajar/kuliah bukan untuk menjadi sarjana, tapi agar menjadi manusia yang mampu meberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi umat manusia… Semoga setiap ilmu yang telah dipelajari, Allah balas dengan keberkahan dan ganjaran terbaik di hari akhir nanti.. Wallahu a’lam bisshawwab.

#Refleksi siang hari agar terus berbenah diri

Sunny Saturday, 24 March ‘12

 

Advertisements