Yups, lagi-lagi tentang London! Bisa dikatakan ini adalah catatan ringan kedua tentang negara yang sedang kami tinggali ini. Dan kali ini entah kenapa dw ingin memberikan judul “London yang aneh”. Aneh karena memang ada beberapa hal “aneh” yang ingin dw ceritakan mengenai negara bagian terbesar dan terpadat penduduknya dari negara-negara bagian yang membentuk Persatuan Kerajaan Britania Raya dan Irlandia Utara ini.

Keanehan pertama, sampai detik ini kurang lebih 6 bulan dw menginjakkan kaki di London, belum pernah sekalipun bertemu dengan makhluk yg bernama lalat, kecoa, bahkan nyamuk. Bisa kebayang dunk alasan negara ini ga pernah bermasalah lagi dengan diare, DBD, malaria, dll. Lah wong vektor-nya aja ga ada.

Keanehan kedua, disini biaya kesehatan gratis lho. Kalo mau konsul dengan dokter pun gratis. Bahkan kalau hamil disini, setiap bulan diwajibkan check up (masih dengan sistem gratis) dan per tiga bulan check urine. Biaya melahirkan pun gratis, bahkan suplemen untuk ibu setelah 1 tahun melahirkan pun diberikan gratis. Ckckck… ini untuk melayani seluruh rakyat UK lho. Tapi ternyata bukan cuma kesehatan aja yang gratis, biaya sekolah primer pun gratis (primary school). Kalau di Indonesia setara program belajar 9 tahun lah. Bisa dikatakan negara ini memang menjamin pendidikan dasar dan kesehatan warganya.

Keanehan ketiga dw ingin membicarakan soal pergantian waktu. Tanggal 25 Maret 2012 kemarin warga London hanya menikmati waktu 1 x 23 jam dalam sehari. Dan ada masanya di bulan Oktober 2011 kemarin warga London merasakan 1 hari itu 1 x 25 jam. Nah lho… ini yang agak bikin ribet di London, karena kita harus adapt dengan pergantian waktu ini. Waktu winter kemarin, malam lebih panjang dari siang. Waktu Shubuh baru dimulai sekitar jam 6.30 dan matahari sudah tenggelam pukul  4 sore. Sekarang ketika sudah memasuki spring, siang terasa lebih lama dibanding malam. Shubuh dimulai jam 5 pagi dan Maghrib sekitar jam 19.30 malam. Dan sepertinya dw akan mengalami Ramadhan berkah disini dengan sahur jam 2 pagi dan berbuka pukul 9.15 malam. Alhamdulillaah.. ^^ (tetap bersyukur merasakan puasa selama  18 jam dalam sehari)

Keanehan keempat dan yang dw senangi adalah masyarakat disini adalah masyarakat yang taat peraturan. Mereka benar-benar menyadari bahwa peraturan itu dibuat untuk ditegakkan, bukan untuk dilanggar. Bahkan denda orang meludah saja sekitar £80 atau Rp 1.200.000. Belum lagi sikap tertib antri mereka, tidak berdesak-desakan, tidak dahulu-mendahului seperti ibu-ibu yang suka asal nabrak ketika antri sembako. Pun ketika ada peraturan bahwa kalau naik eskalator harus berada di sebelah kanan, sedangkan sebelah kiri digunakan untuk mereka yg buru-buru sehingga boleh berjalan di eskalator. Berikut contoh gambar kedisiplinan mereka ketika menggunakan eskalator, terlihat rapi berjajar di sebelah kanan kan.. ^^

london1

Keanehan kelima, yuk bicara tentang bangunan disini. Semua orang yang baru menginjakkan kaki di London pasti akan berdecak kagum dengan arsitektur bangunan disini, yang bernuansa kuno namun elegan. Semua pasti sepakat mengatakan bahwa model bangunan disini cantik dan indah dipandang. Setelah beberapa bulan menganalisa (hayeuh), dw menyadari bahwa bangunan di London itu bersifat SIMETRIS. Jajaran perumahan, sekolah, mall, dll semua bermodel simetris. Dw juga ingin membicarakan soal perumahan di London. Dw kagum dengan sistem yg digunakan disini. Rumah disini semua dari luar terlihat sama. Modelnya, luasnya, tata rumahnya. Tidak ada rumah yg sangat besar dan luas sekali. Ukurannya semua sama. Semua juga mempunyai sebuah halaman di depan rumah dan sebuah halaman di belakang rumah. Benar-benar tidak terlihat ada kesenjangan sosial disini. Tiba-tiba terbayang dengan perumahan di  Jakarta. Semakin kaya seseorang, semakin besar dan megah rumahnya. Tapi bisa saja orang yg tinggal di belakang rumahnya tidur hanya beralaskan kardus dan triplek seadanya. Tapi disini berbeda, semua rumah di London memiliki luas yg sama. Jadi kesenjangan sosial disini tidak akan begitu terasa. Berikut salah satu foto jajaran perumahan di London, bentuknya juga mirip dengan rumah yg saat ini dw huni ^^

london2

Keanehan keenam, yuk bicara mengenai alat transportasi. Disini pemerintah sangat membatasi jumlah mobil yang beredar di jalan. Bukan soal harga mobil-nya yang mahal, tapi pemerintah menetapkan asuransi mobil yang mahal, standardisasi mesin yang digunakan, pajak kendaraan, dll. Jangan ditanya soal motor, bisa dibilang mungkin dalam waktu 1 hari dw cuma berkesempatan melihat 1 buah motor saja. Disini alat transportasi berpusat pada public transportation. Yuk kita tengok bus-nya…

london3Ini dia bus yang sering dw gunakan untuk mengantar dari rumah menuju stasiun. Bus double decker namanya. Susun 2 dan 1 tingkat mampu menampung ± 40 kursi dan 20 orang lebih untuk berdiri. Kita hanya tinggal menyodorkan travel card (disini disebut oyster) dan nanti secara otomatis saldo yang tersisa dalam kartu akan dikurangi untuk setiap pemakaian alat transportasi. Jadi ga ada kisahnya kita akan nemuin kondektur disini. Lihat juga tempat pak supir mengemudi, di dalam ruang kecil dikelilingi kaca dan ber-AC, dengan tempat duduk yang nyaman disertai monitor CCTV. Ga ada juga kisahnya penumpang harus berteriak “kiri bang!!”. Kita tinggal memencet tombol “stop” ketika bus yang kita naiki mendekati shelter yang dituju. Lagi-lagi soal ketertiban, pak supir disini TIDAK PERNAH menurunkan maupun menaikkan penumpang kecuali di shelter. Tertib kan?? ^^

Yuk pindah ke tube. Apa itu tube? Salah satu public transportation yang ramai digunakan di London adalah tube ini, sejenis kereta underground berkecepatan tinggi. Namanya juga underground, ya jadinya pasti rutenya di bawah tanah. Ini dia penampakan luarnya…

london4

Jangan dibayangkan kita harus menunggu 30-60 menit seperti menunggu kereta menuju kalibata dari Depok (pengalaman pribadi). Disini waktu tunggu tube hanya berkisar 3-10 menit. Rata2 waktu tunggu 5 menit lah. Jadi ga ada kisahnya capek berdiri atau kepanasan untuk menunggu kereta datang. Ga ada ceritanya pula harus berjubel-jubelan di dalam. Kalau memang sedang peak-hour, jika orang-orang Inggris melihat kereta penuh, maka mereka akan prefer untuk menunggu kereta selanjutnya datang. Ga seperti kereta menuju Bogor di waktu sore hari yang kalau sudah penuh tetap dipaksa masuk. Sampai ga perlu pegangan pun ga akan jatuh (saking berdesak-desakannya didalam).

Lihat dalamnya yuk.. ^^

london5

Ini nih penampakan di dalam kereta. Kelihatan beda banged ya sama KRL Ekonomi Jabodetabek? Hehe.. Soal kebersihan, perawatan, maintanence, ga usah ditanya. Orang-orang disini sangat tertib menjaga fasilitas yang ada. Sekarang kita tengok train overground-nya..

london6

Ini nih penampakan train overground-nya, alias kereta di atas tanah. Sama kaya KRL kita lah (secara di Indonesia belum ada yang underground). Ini nih kereta yang suka dw gunakan ketika pulang dari kampus menuju rumah. Ga ada penampakan pintu terbuka, asap rokok, tukang asongan, jubel-jubelan, bau apek, dll. Hehe.. Alhamdulillaah.. ^_^

Sejenak udah menengok public transportation disini kan? Pasti kebayang kenapa orang-orang prefer menggunakan jasa public ini dibanding kendaraan pribadi. Lha wong udah terjamin semuanya. Waktu tunggu jelas, ongkos pun jelas. Bahkan dengan membuka web www.tfl.gov.uk kita sudah bisa merencanakan akan pergi kemana, naik apa, waktu tempuh berapa lama.

Hal yang saya tangkap dari dosen saya di modul “Cardiovascular & Respiratory Disease” dengan sub topik “Air Pollution”, ternyata orang-orang di UK sangat concern mengenai polusi udara. Dengan sangat jelas dosen saya menanyakan “Apakah kamu merasa bahwa udara di sekitar kita saat ini sudah bersih?  Mungkin kamu memang tidak melihat adanya warna hitam atau debu-debu yg berterbangan, tapi terdapat partikulat-partikulat kecil yang mampu mencemari pernafasan kita!”. Dalam hati berujar… “What?!? Bagian mana yang kotor??!!”. Bahkan dw merasa bahwa udara disini sangat bersih. Boro-boro ketemu asap knalpot hitam seperti di Jakarta. Boro-boro ketemu polusi dan debu-debu kecil bertebangan di jalan. Dan dengan lugas dosen dw mengatakan udara disini belum bersih!?!!

Tahukah kamu kenapa mereka sangat concern tentang hal ini? Dw baru menemukan adanya evidence bahwa  berdasarkan penelitian-penelitian yang sudah dilakukan, polusi udara mampu mengurangi masa hidup kita. Itulah point utama yang ditegaskan disini. Mengurangi masa hidup!! Dan mereka sangat concern mengenai hal ini. Padahal angka harapan hidup disini sudah 73. Maka wajar kalau dw suka bertemu kakek2 dan nenek2 masih sehat jalan berduaan meskipun usia sudah kepala 6 dan 7. Masya Allah… terbayang kenapa orang Indonesia angka harapan hidupnya sangat rendah. Mungkin memang air pollution itu sebagai salah satu dari sekian sebab lainnya.

Mengenai tanggung jawab, pemerintah UK memang benar-benar bertanggung jawab jika memang ada sesuatu yang berkaitan dengan kepentingan publik. Ketika sedang ada perbaikan jalan sehingga stasiun ditutup, maka mereka menyedian replacement bus dan free alias gratis. Dw juga baru menyadari disini orang juaraaang bgd membunyikan klakson kalau memang tidak benar-benar perlu. Berbeda sekali dengan sikap pengemudi Jakarta yang sedikit-sedikit “tan tin tan tiin”. Pun mereka sangat menghargai pejalan kaki. Jika ada pedestrian yang ingin menyebrang jalan, selalu mereka dahulukan. Dan dengan tertib mobil berhenti disusul dengan mobil-mobil di belakangnya.

Setelah panjang membahas keanehan keenam, sekarang kita beralih ke keanehan ketujuh yaitu masih soal ketertiban. Dw sedang ingin menggaris bawahi sebuah peraturan disini terkait pembuangan sampah. Jangan dikira kamu bisa melihat ada sampah sembarangan berkeliaran di jalan-jalan London. Weits… bisa jadi fenomena nantinya. Pun tentang sampah rumah tangga, disini dilakukan sistem kolektif. Sampah dikumpulkan setiap hari Jum’at pagi, dan tukang sampah (binman) akan mengambil sampah yang sudah rapi terikat di dalam kantung plastik besar. Plastik hitam untuk disposable garbage, plastik hijau/orange untuk yang dapat didaur ulang. Kalau ada yang menaruh sampahnya dengan berantakan maka bisa diadukan di Council dan akan dikenakan sanksi. Pokoknya sangat teratur dan disiplin peraturan yang ditegakkan disini.

Terkait tukang sampah, jadi ingin membahas soal Pak Wilbur ini. Sempat kaget dw melihat adanya tayangan mengenai Indonesia di channel BBC. Pasalnya judul acara itu adalah “The toughest place to be a binman” dan negara yang mendapat kehormatan untuk menyandang gelar itu adalah negara dw sendiri, Indonesia. Masya Allah… Ini nih link kalau ingin melihat liputannya, very-very recommended to watch http://www.bbc.co.uk/programmes/b01bmtg7

london7

Ini dia penampakan Wilbur dengan truk sampahnya. Weits… jangan disamakan dengan gerobak tukang sampah bahkan mobil pengangkut sampah Dinas Kebersihan Jakarta. Truk ini langsung bisa mendaur ulang dan mengolah sampah yang baru saja diangkutnya. Silahkan ditonton film di BBC channel kalau ingin tahu lebih jauh perbedaan antara tukang sampah di London dan Jakarta.

Keanehan kedelapan, ini terkait self service dan kepercayaan yang begitu tinggi serta kesadaran yang tinggi juga dari orang-orang yang tinggal di UK. Disini apa-apa bisa dilakukan sendiri, bahkan untuk menghitung barang belanjaan kita dan membayar langsung sendiri. Namanya sistem self service checkout. Ini salah satu gambar di supermarket tempat biasa dw berbelanja. Kalau kita ingin menghitung total belanjaan dan membayar langsung, sudah disediakan banyak mesin yang membantu kita. Jadi ga repot dan tidak mengandalkan banyak tenaga manusia.

 london8

Salah satu contoh lain adalah cycle hire atau tempat penyewaan sepeda disini. Lagi-lagi ga dibutuhkan tenaga manusia untuk jagain sepeda. Cukup mesin yang membantu kita. Ini dia fotonya ^^

london9

Barclays cycle hire

Keanehan kesembilan dan merupakan yang terakhir, dw ingin menyinggung soal kesejahteraan masyarakat yang sangat dijamin oleh pemerintah. Bisa kita lihat dengan sistem kesehatan dan primary school yang gratis merupakan topangan dasar bagi masyarakat disini. Belum lagi, semua public sector memang benar2 dikuasai pemerintah dan dijamin kesejahteraannya. Pun Wilbur sang tukang sampah, mereka berada di bawah public government dan digaji langsung oleh pemerintah. Pun supir-supir bus, tube, train overground, semua adalah pegawai pemerintah. Dan jangan dikira mereka tidak sejahtera. Seorang tukang sampah saja di London berpenghasilan £25.000 setahun atau ± £2083 sebulan yang jika dirupiahkan menjadi Rp 30.500.000. Tiga puluh juta itu gaji satu bulan euy. Pun supir bus disini berpenghasilan rata2 £25,589 1 tahun = £ 2132 1 bulan = Rp 31.215.000. Apakah masih dibilang mereka tidak sejahtera? Bahkan bisa kita dengar dari kisah Wilbur bahwa sekalipun dya tukang sampah di London, tapi setiap hari keluarganya (istri dan 3 orang anak) bisa dengan nikmat menyantap berbagai macam hidangan daging.

Bukan apa-apa… mungkin keanehan yang dw sebutkan disini hanya menjadi refleksi beberapa hal yang saya lihat seharusnya bisa diperbaiki di tanah air nanti. Belajar langsung dari sistem mereka mengajarkan kita untuk lebih disiplin, menghargai peraturan, menghormati orang lain, tertib, patuh dan bertanggung jawab. Masih banyak sebetulnya keanehan-keanehan lain yang ingin dw ceritakan, tapi sepertinya sudah terlalu panjang. Semoga dapat menjadi pelajaran dan bermanfaat sebagai sebuah catatan untuk merubah peradaban.. ^_^

Sedikit renungan di penghujung malam
#weekend padat penuh pengajian ^_^

London, 2 April 2012, 00.25 am

Advertisements