Memasuki Sabtu 7 April 2012 ini, dw ingin membagi kisah dan sedikit hikmah…
=========================================================

Percakapan di suatu sore:

Musthapa: Aysha, how much scholarship u got from ur Ministry?
Dewi: It’s about £900 per month. How bout u?
Musthapa: I got £1100 per month. Do u still get payment from your professor as a research assistant while you’re studying here?
Dewi: Nope ^_^
Musthapa : Really?!! (*shocking face)
I still get £1000 per month for my payment as doctor in Nigeria. How come you can live with such amount of money?!! Even more, u live with ur husband here. I can’t believe that!! Even I consider not living with my wife here coz I’m afraid the money I have won’t be enough. I spend almost £2000 per month while I live here alone. U really a mean muslimah…
Dewi: Alhamdolellaah.. Even I still can save £100 per month as my saving… (*tersenyum dalam hati)

============================================================

Dw meresapi percakapan tadi. Terasa ada semilir sejuk yg masuk merasuk ke dalam hati. Terngiang senandung kasih-Nya di setiap perjalanan waktu, hari ke hari. Tak henti hati ini mengucap hamdalah atas kebesaran dan ke-Maha Kuasaan Dzat Yang Maha Sempurna. Dimana segala pinta, harap dan asa bermuara hanya kepada-Nya…

Tahukah apa hikmah yg bisa dw ambil dari percakapan tadi?

Sungguh bukanlah karena kita yang kaya, tapi Allah lah yang mencukupkan kita. Siapa yang sangka bahwa dw bisa bersekolah S2 di UK. Negara yg terkenal dengan living cost-nya yang sangat mahal. Siapa juga yg bersedia untuk membiayai S2 Rp 450.000.000 hanya untuk 1 orang saja?! Tak pernah terlintas dw akan memiliki rezeki setengah milyar itu untuk bersekolah.

Lihatlah pula, mungkin uang scholarship yang dw terima termasuk kecil bahkan untuk beberapa orang tidak akan mencukupi untuk hidup dan bersekolah di negeri ini. Tapi sekali lagi lihatlah, dan ucaplah hamdalah… Allah mencukupi semua keperluan dw dengan uang yg terbatas ini, pun Ia masih sisihkan uang untuk ditabung dan beramal. Alhamdulillaah ya Rabb…

Pernahkah kita menghitung seberapa banyak rezeki yg telah Allah berikan pada kita. Keluarga, sekolah, pekerjaan, penghasilan, bernafas, bergerak… semua adalah rezeki. Maka sungguh benarlah Allah dengan firman-Nya:

وَآتَاكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَتَ اللّهِ لاَ تُحْصُوهَا إِنَّ الإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

“Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)” [Ibrahim 14:34]

Maka.. Nyatalah Allah dengan janji-Nya. Nyatalah Ia dengan kekayaan-Nya. Bukankah harta itu memang bukan milik kita, namun milik-Nya?! Maka pintalah pada-Nya, dengan ikhtiar nyata diiringi bait2 doa. Hingga kekuasaan-Nya yang akan menyampaikan rezeki itu pada kita..

Teringat sebuah status yg dw tulis tanggal 21 Februari 2012 silam:

Lihatlah mereka yg papa mampu menyambut seruan-Nya ke baitullah tercinta. Lihat jua mereka yg tak berada namum mampu menyekolahkan ke-9 anaknya hingga sarjana. Maka kita tercukupi bukan karena melimpahnya harta, tapi karena Allah lah yang mencukupkan kita.. Sama dengan bukan karena kita benar2 bisa, tapi hanyalah karena Allah yang memampukan kita…”

…bersambung…

Easter in London,
Saturday, 7 April 2012

 

Advertisements