“Keberhasilan itu berbanding lurus dengan perjuangan. Semakin tinggi nilai keberhasilan yang ingin kita raih, maka semakin tinggi pula perjuangan yang harus kita lakukan” (Dewi Nur Aisyah, 2011)

Itulah slogan yang selama ini aku yakini dan jalani. Kali ini aku ingin berbagi lebih detail lagi mengenai perjuangan mendapatkan beasiswa S2. Karena sudah banyak orang yang menanyakan baik secara tulisan maupun dalam inbox pesan, maka baiknya kujabarkan sehingga tidak lagi menimbulkan pertanyaan. Mungkin hanya bisa tertulis singkat dan padat, mengingat menulis note ini mencuri waktu istirahat di sela lelapnya si kecil tertidur ^_^

Tanya: Dulu dewi sekolah S2 kemana? Dapat beasiswa atau biaya sendiri?

 Jawab: Alhamdulillaah Allah izinkan dw untuk lanjut S2 di bidang Modern Epidemiology di Imperial College London, United Kingdom. Segala puji bagi-Nya, Allah juga mudahkan pelaksanaan nya dengan memberikan rezeki beasiswa BULN DIKTI tahun 2011 silam.

Tanya: Beasiswa BULN DIKTI itu apa? Apa saja yang dibiayai? Apakah ada konsekuensi/kontrak nya?

 Jawab: BULN adalah Beasiswa Unggulan Luar Negeri dari Dirjen DIKTI. Beasiswa ini diperuntukkan bagi para calon dosen. Beasiswa ini mengcover seluruh biaya yang diperlukan saat kita sekolah di LN, mulai dari living cost, akomodasi, tuition fee, book allowance, insurance, dll. Konsekuensinya tentu ada, kalo skema BULN menggunakan rumus 2N+1 dimana N adalah tahun kita belajar. Jadi kalau dw S2 selama 1 tahun di Inggris, maka dw terikat untuk kembali mengabdi sebagai dosen di universitas selama 2×1+1=3 tahun.

Tanya: Apa sulit untuk mendapatkan beasiswa BULN DIKTI? Apa aja persyaratannya?

 Jawab: Tidak terlalu sulit sebenarnya. Persyaratan umum seperti ijazah, transkrip, CV, surat rekomendasi, LoA (Letter of Acceptance) dan nilai IELTS/TOEFL. Persyaratan khusus seperti surat kontrak dengan dekan, surat izin sekolah dari rektor, dan mengisi formulir dari DIKTI. Karena ini beasiswa yg diperuntukkan bagi calon dosen, maka ketika mengajukan ini harus memiliki homebase atau tempat kembali untuk mengabdi mengajar sbg dosen. Kalau memang tidak memiliki homebase, maka DIKTI akan mengirimkan kita kepada universitas2 yang masih kekurangan SDM dosen di seluruh Indonesia sesuai dengan lama masa bakti kita yang tertulis dalam kontrak.

Tanya: LoA itu apa? Bagaimana cara mendapatkannya?

 Jawab: LoA (Letter of Acceptance) adalah surat resmi dari universitas tujuan sekolah kita yang menyatakan bahwa kita diterima atau mendapat tawaran untuk sekolah disana. Cara mendapatkannya biasanya dengan apply online (kebanyakan seperti itu di UK). Kita hanya harus mendaftar online dan meng-upload supporting document yang dibutuhkan. Setelah mereka mereview aplikasi qt dan merasa bahwa qt suitable untuk menjadi mahasiswa disana, maka mereka akan mengirimkan LoA kpd qt via email dan/atau pos.

Tanya: Apa saja syarat untuk mendaftar sekolah di LN?

Jawab: Kebetulan karena dw berpengalamannya di UK, jadi mungkin di notes ini hanya bisa sharing pengalaman apply sekolah di UK. Biasaya syarat pendaftaran S2 disana adalah mengisi formulir online, submit ijazah, transkrip, CV nilai IELTS/TOEFL, 2-3 buah surat rekomendasi, dan essay. Oya, pastikan ijazah nya jg sudah ditranslate ke dalam Bahasa Inggris ya. Di translate nya oleh lembaga yang berkompeten atau SWORN yang diakui internasional.

Tanya: Kalau persiapan untuk IELTS/TOEFL bagaimana?

 Jawab: Pastikan qt mensubmit nilai tes TOEFL/IELTS internasional yang diakui oleh mereka. Dulu sebagai English proficiency test, dw mengambil ujian IELTS dari IDP. Lumayan banged uang untuk daftar ujian nya, mirip2 sama TOEFL sih, dulu masih di angka 1,8 juta, tapi akan ngerasa sayang banged kalo nilai IELTS nya ga sesuai dengan standar/minimal nilai yang diterima disana. Kalau di UK, kebanyakan standar nilai IELTS yang diminta adalah 6.5, beberapa top universities bahkan meminta 7 atau 7.5. Sebenarnya dw jg ga familiar sama IELTS ini karena bisa dibilang model ujiannya beda bgd sama TOEFL, akhirnya karena memilih jalan pintas (dan keterbatasan dana juga), dw memutuskan untuk ambil kelas IELTS preparation dari IDP yang cuma 5 hari. It cost about IDR 900,000. Lumayan lah kurang lebih hampir 2,8 juta dengan tes IELTS nya. Tapi sangat membantu untuk mengakrabkan diri dengan tipikal model2 soal tes IELTS. Oya, dw tes IELTS nya 3 bulan setelah lulus S1, jadi Bahasa Inggrisnya jg masih belepotan. Tapi lagi-lagi, Allah sayang bgd sama dw, target nilai 6.5 pun bisa dicapai dengan mengikuti 1 kali ujian tahun 2010 lalu.

Tanya: Apakah ada tips terkait dengan surat rekomendasi?

 Jawab: Surat rekomendasi baiknya dibuat oleh mereka yang sudah mengetahui bagaimana karakter dan kinerja kita, sehingga menjadi masukan bagi penerima beasiswa atau universitas yang kita tuju. Baiknya lagi adalah seorang professor atau seseorang yang memiliki jabatan dgn posisi tinggi (contoh: dekan, direktur, manager, dll). Sistem mudahnya, baiknya kita yang sudah mendraft-kan surat rekomendasinya, nanti tinggal dikoreksi oleh referees qt. Pastinya akan menghemat waktu dibanding qt menunggu beliau sampai punya waktu untuk drafting surat rekomendasi di sela2 kesibukannya 😀

Tanya: Apa hal pertama kali yang harus saya lakukan jika ingin lanjut sekolah S2?

 Jawab: Dulu yang dw lakukan adalah menentukan ingin lanjut S2 dengan peminatan/jurusan apa. Step kedua, mulai berselancarlah di google mencari universitas terbaik dunia yang mampu menyediakan course di bidang yang dw minati. Buat matrix nya. Lalu qt list satu persatu nama universitasnya, jurusan/fakultasnya, deadline penerimaan mahasiswa S2 nya, kapan entry masuknya, persyaratan apa aja yang diminta, membutuhkan uang pendaftaran/tidak, berapa besar biaya tuition fee nya. Disini qt bisa mengukur univ A meminta syarat IELTS berapa, univ B meminta surat rekomendasi 2/3, Univ C kapan terakhir bisa submit application nya, univ D membuka penerimaan mahasiswa S2 1 tahun berapa kali, dst. Ini akan menjadi peta strategis yang akan qt evaluasi. Beri 1 kolom khusus untuk pendaftaran dan 1 kolom khusus lagi untuk Result. Setelah qm selesai mendaftar, silahkan centang kolom pendaftaran, setelah mendapat kabar dari aplikasi S2 mu, langsung jg tuliskan di kolom result, entah itu diterima/ditolak/conditional offer. Eitss.. jangan dianggap rumit, ini mudah koq, asal qt mau tekun nelusurin dunia maya dan meluangkan waktu untuk apply2 beserta melengkapi persyaratan aplikasinya. Oya, tebar jaring nya jangan malu2 atau cuma sedikit, minimal daftar 5 universitas. Karena kalau ditolak di univ A masih ada kesempatan di 4 univ yang lain 🙂

Tanya: Bagaimana pengalaman dw dengan beasiswa BULN DIKTI? Kesan pesan?

 Jawab: Hmm… gimana ya, Mungkin akan dw paparkan asam manis BULN DIKTI yang dw dapat ya. 1) Dw baru mengetahui kalo dw diterima beasiswa H+1 perkuliahan dimulai di ICL. Jadilah 2 minggu huru hara nyiapin persiapan keberangkatan. Bahkan visa pun belum dibuat. Singkat cerita, hanya karena izin Allah dan Maha Kasih-Nya, dw apply visa Rabu dan hari Jum’at sorenya jam 4 visa sudah keluar lalu jam 00.30 dw langsung berangkat menuju UK sendirian. Benar2 pasrah antara berangkat atau harus menunda 1 tahun lagi untuk sekolah. Ga sempat pamit sama teman2, perkuliahan sudah tertinggal selama 2 minggu awal, benar2 masih buta dengan kehidupan di London. Nevertheless, pertolongan Allah selalu ada di tengah himpitan kesulitan qt, jadi meskipun dw harus survive seorang diri disana, dw selalu yakin ada Allah yang menjaga. 2) Uang beasiswa baru turun sekitar 3 bulan setelah qt sekolah di LN. Jadi modal dw berangkat ke London adalah pinjaman dari ortu. Oktober berangkat, sekitar bulan Desember uang dari DIKTI tahap 1 baru turun. Lanjut kembali berpuasa s.d bulan Maret karena beasiswa periode Januari-September baru dikirimkan pada bulan Maret. 3) Standar living cost di UK untuk 1 orang adalah GBP 1000/bulan, dw hanya mendapatkan GBP 900 dari DIKTI. Tapi lagi2, hanya karena kemurahan Allah, berbekal uang GBP 900, dw bisa bertahan mencukupi kebutuhan 2 orang (bersama suami) bahkan menabung setiap bulannya.

Tanya: Bagaimana dengan living cost di London?

 Jawab: Living cost di London termasuk sangat mahal dibandingkan dengan kota-kota lain yang ada di Inggris. Untuk tempat tinggal saja minimal GBP 400 atau sekitar 8 juta. Itu minimal lho, bisa jadi rata2nya 10-12 juta. Itu bukan sewa rumah/kontrakan, bahkan hanya untuk menyewa sebuah kamar 😀 Untuk transportasi, minimal uang yang harus keluar dalam 1 hari adalah sekitar IDR 150,000. Kebayang kan kalo 30 hari keluar rumah terus harus punya dana sekitar 4,5 juta. Ada juga sih paket bulanan yang lebih murah, sekitar 3,5-4jt per bulan untuk 1 orang. Untuk menghemat makan dw memutuskan untuk memasak setiap hari dan membawa bekal. Itu sangat efektif untuk menghemat pengeluaran. Standar makan di London adalah GBP 5 sekali makan. Kalau 1 hari berarti GBP5x3x2org=GBP30. Kalo dikali 30hari menjadi GBP 900 atau sekitar 18jt. Sedangkan dengan memasak dalam 1 bulan dw hanya harus keluar uang GBP 100-120. Tuuh kaan keliatan bgd jauh bedanya. Mana mungkin beasiswa GBP 900 bisa bertahan kalo jajan terus diluar 😛

Tanya: Sumber beasiswa untuk sekolah S2 apa sajakah?

 Jawab: Sumber beasiswa itu terbagi dalam 3 kategori (menurut dw), dari pemerintah Indonesia, dari internasional atau dari universitas yang dituju. Beasiswa pemerintah Indonesia yang bisa diberdayakan sekarang adalah Beasiswa Unggulan DIKTI atau LPDP. Kalau sumber internasional seperti Chevening, ADS, Fullbright, Monbugakusho, dll. Ada juga cara lain yaitu mendapat beasiswa dari univ yang qt tuju. Infonya biasanya ada di website universitasnya yang ditujukan untuk mahasiswa internasional. Tapi catatannya, beasiswa ini jarang dan jumlahnya sangat sedikit, serta persaingannya sangat kompetitif.

Tanya: Mana yang lebih didahulukan? Apply beasiswa atau apply sekolah S2 nya?

 Jawab: Kalau menurut dw, kerjakan aja semuanya berbarengan. Kalau keterima S2 nya duluan, ada baiknya, yaitu punya modal LoA yang memberikan nilai plus oleh penyandang dana. Kalau keterima beasiswanya duluan juga bagus karena akan memperkuat qt untuk mendapatkan LoA dan diterima oleh universitas tujuan. Nothing to lose, just give our best!

Tanya: Jadi runutan nya bagaimanakah jika saya ingin mendaftar S2?

Jawab: Kembali lagi dengan step kuliah S2, runutannya adalah

  1. Mantapkan jurusan
  2. Cari universitas yang sesuai
  3. Buat list univ yang dituju beserta persyaratan dan deadline nya
  4. Kumpulkan dan penuhi semua dokumen persyaratan yang dibutukan
  5. Apply ke banyak universitas dan terus perbanyak doa ^^
  6. Bisa sembari melamar beasiswa2 yang tersedia

Pertanyaan tambahan: Bagaimana dengan kuliah S2 dengan kondisi kita sudah atau merencakan untuk berkeluarga?

Jawab: Mau dijawab sekarang tapi agak panjang, jadi dw pending sampai dengan notes berikutnya ya ^^

Naah… segitu dulu sharing dw kali ini terkait dengan pengalaman S2 dan beasiswa S2 yang pernah dw terima. Yakin deh pasti semua bisa melanjutkan sekolah dan mendapat beasiswa, asal ikhtiar kita pun harus maksimal untuk mendapat keberhasilan yang optimal. Jalan dw untuk lanjut S2 juga ndak mulus koq, harus merasakan penolakan beasiswa berulang kali (mungkin belasan), pending ga langsung lanjut S2 setelah lulus, perjuangan bgd untuk ngurus beasiswa BULN DIKTI, dst. Tapi kembali lagi pada prinsip awalnya, ketuklah semua pintu rezeki yang ada, hingga Allah akan bukakan rezeki dari arah yang tidak diduga-duga. Tapi juga ingat, mengetuk pintu bukan hanya sekedar mengetuk, ada etika untuk menyapa, bercerita, berdoa dan memintal asa. Agar dengannya, Allah ridhokan jalan perjuangan kita, kabulkan segala doa, permudah jalan menggapai cita. Wallahu a’lam bissowwab.

*Mengetik cepat 30 menit di sela tidur mujahidah shaliha ku. Jika ada pertanyaan silahkan langsung sampaikan di comment, insya Allah akan ditambahkan di notes jika memang ada yang terlewat untuk dibagi. Semoga bermanfaat ^_^

Baiti jannati, 21 Februari 2014, 11.50 PM

Advertisements