Kalau kalian sempat jalan-jalan ke London, Inggris, pastikan tidak melewatkan salah satu museum terbesar dan terpenting dalam sejarah dan budaya manusia di dunia, yaitu British Museum. British Museum didirikan pada tahun 1753 dan merupakan salah satu museum yang paling terkenal di dunia. Di dalamnya terdapat lebih dari 8 juta koleksi, berasal dari seluruh benua, yang memberikan gambaran dan dokumentasi sejarah peradaban manusia sejak awal tercipta hingga masa kini (abad 19 dan 20). Tidak heran jika British Museum dijuluki sebagai the world famous wonder, yang memiliki jumlah pengunjung terbanyak dibandingkan museum-museum yang lain di Inggris. BBC Indonesia mencatat bahwa pada tahun 2013, jumlah pengunjung British Museum bahkan mencapai 6,7 juta pengunjung.

Terletak di pusat kota London, British museum dibuka sejak pukul 10.00 hingga 17.30 sore setiap hari, kecuali pada hari Jum’at dibuka hingga pukul 20.30. Tidak usah khawatir dengan biaya, sebab masuk ke dalam museum ini free alias gratis. Dengan luas lebih dari 92,000 m2, setara dengan 11 kali luas lapangan bola standar internasional, British Museum merupakan salah satu museum terbesar di dunia. Dapat dibayangkan betapa luas dan megahnya museum ini. Saya bahkan tidak dapat menuntaskan kunjungan ke seluruh ruangan yang ada dalam waktu 1 kali kunjungan (pagi-sore). Bahkan saat berkunjung kemarin, antrian pengunjung sangat ramai, hingga mengular sampai ke depan gerbang.

Snapshot 2 (1-1-2015 2-15 PM)

Masuk ke dalam museum, kita langsung berada pada sebuah ruangan luas dan megah dengan arsitektur yang menawan. Pada ruang tengah museum ini, terdapat the Great Court berupa ruang exhibition luas yang berbentuk lingkaran dengan atap terbuat dari kaca sehingga bisa melihat langit secara langsung. Ruang tengah museum ini dikembangkan pada tahun 2002 yang pada awalnya merupakan ruang baca dari Perpustakaan Nasional Inggris.

Janjian ketemuan dengan Viona di British Museum. Saat ini Viona sedang menjadi master student di Edinburgh University.
Janjian ketemuan dengan Viona di British Museum. Viona adalah master student di Edinburgh University.

Sejak 16 November 2014 hingga 25 Januari 2015, British Museum mengadakan ekshibisi dengan tema “Germany – Memories of Nation”, mengungkap sejarah perkembangan budaya Jerman sejak 600 tahun silam. British Museum memajang salah satu segmen tembok Berlin yang bersejarah telah memisahkan Jerman Barat dan Jerman Timur sejak tahun 1961. Selain itu, terdapat juga mobil Volkswagen yang merupakan salah satu trademark Jerman sejak pertama kali diciptakan pada tahun 1937.

Potongan tembok Berlin
Potongan tembok Berlin

British Museum memiliki 9 departemen khusus yang fokus pada peradaban tertentu dari berbagai belahan negara di dunia, departemen tsb antara lain Departemen Mesir Kuno dan Sudan, Departemen Yunani dan Romawi, Departemen Timur Tengah, Departemen Seni Cetak dan Gambar, Departemen Prasejarah dan Eropa, Departemen Asia, Departemen Afrika, Oseania, dan Amerika, Departemen Koin dan Medali, Departemen Konservasi dan Penelitian Ilmiah.

Departemen yang paling ramai dikunjungi diantaranya adalah Departemen Mesir Kuno (Ancient Egypt) dimana kita akan dibawa pada peradaban Mesir kuno beberapa ribu tahun silam. Pada departemen ini kita dapat melihat patung-patung Mesir kuno, kuburan Mesir kuno, esophagus, sculpture, tulisan heliogrif pada makam Nebamun, dsb.

Ancient Egypt sclupture
Ancient Egypt sclupture
Gate of Syria
Gate of Syria
Another ancient Egypt sclupture
Another ancient Egypt sclupture

Selain itu, departemen yang juga selalu ramai dikunjungi adalah Departemen Yunani dan Romawi. Di dalamnya kita dapat melihat arsitektur bangunan Yunani dan Romawi, patung pahatan, ukiran, hingga karya seni lain yang dihasilkan pada masa kerajaan Yunani dan Romawi yang berjumlah lebih dari 100,000 objek.

Snapshot 6 (1-1-2015 3-44 PM)

Snapshot 7 (1-1-2015 3-45 PM)

Menariknya adalah, British Museum juga memiliki koleksi peninggalan sejarah nusantara, yaitu patung Budha yang berasal dari Candi Borobudur dan juga sculptures dari pulau Jawa. Dalam keteranganya antara lain tertulis bahwa Pulau Jawa di garis equator merupakan bagian dari Indonesia modern memiliki sejarah maritim yang panjang. Ajaran Budha dan Hindu mungkin diperkenalkan dari India selama abad-abad awal Masehi dan dikukuhkan pada abad ke-7. Pengaruh awal ajaran Budha dapat dilacak di India Selatan yang ditunjukkan dengan gaya arsitektur candi pertama di Indonesia. Sejak abad ke-9 M, hubungan kerja sama dengan India dapat terlihat dari gaya patung yang ada di nusantara.

Indonesian sculpture exhibited at British Museum
Indonesian sculpture exhibited at British Museum

Dalam keterangannya disebutkan candi terkenal Budha di Pulau Jawa adalah Borobudur yang dibangun pada abad ke-8. Dan kepala Budha ini berasal dari Candi Borobudur. Agama Budha tersebar di Indonesia melalui kontak dagang seperti bisnis rempah-rempah yang sudah terbina dengan kawasan Asia Tenggara sejak abad ke-1.

Borobudur temple
Borobudur temple

Bagian yang paling menarik dari British Museum adalah “Egyptian Funerary Archeology” yang terletak pada lantai 3 museum. Di dalamnya dapat kita saksikan beberapa koleksi mumi yang berasal dari Mesir, bagaimana cara mereka diawetkan, peti mati, sihir, ritual, serta kepercayaan kehidupan setelah mati orang-orang Mesir kuno. Kita juga dapat menyaksikan salah satu mumi wanita Mesir yang bernama Cleopatra yang berasal dari Periode Romawi pada abad ke 2.

Egyptian Mummies
Egyptian Mummies

Snapshot 12 (1-1-2015 3-53 PM)

Mummies, magic, ritual and after life
Mummies, magic, ritual and after life

Saya sendiri sangat menikmati perjalanan di British Museum. Selain Departemen yang saya sebutkan di atas, kita juga dapat mneikmati perkembangan peradaban di negara lain seperti Jepang, China, Korea, bahkan Islamic World memiliki departemen sendiri di lantai -1 (minus satu). Karena museum ini sangat luas, saran saya adalah pahami betul peta museum agar kita tidak nyasar atau mengitari daerah yang sama terus menerus.

Demikian review sekilas kami mengenai kunjungan ke British Museum.

Bunda and Najwa in front of British Museum :)
Bunda and Najwa in front of British Museum 🙂

Until the next post!

London, 28 Desember 2014

Advertisements