Mencoba menulis ringkas terkait dengan persiapan study ke luar negeri. Karena sudah ada beberapa orang yang menanyakan, ada baiknya saya tuliskan agar dapat menjadi pertimbangan dan masukan bagi banyak teman2 semua, step by step ini mencakup bagi kaum single, couple, maupun triple 😀 .

Bagian pertama dari notes ini adalah bagi mereka yang merasa “Saya ingin kuliah deh ke LN” dan masih bingung darimana untuk memulainya. Berikut adalah step by step persiapan yang harus dilakukan:

1. MANTAPKAN NIAT
Ini adalah langkah awal dari semua aktivitas. Yups, NIAT! Saya yakin bahwa mereka yang berhasil melanjutkan sekolah ke LN adalah mereka yang memang benar2 niat, kalau cuma niat2an atau setengah niat kemungkinan besar akan menyerah kalah dengan rintangan2 sebelum akhirnya sampai di tujuan. Jadi, kalau qm benar2 ingin sekolah di LN, pastikan memiliki niat yang kuat, kesungguhan (Jiddiyah), serta kemauan. Kalimat ini bisa diterjemahkan: “meskipun ujian IELTS/TOEFL terasa teramat sulit, dapetin surat rekomendasi agak malu2 dan ngebingungin, nulis motivation letter serasa ga dapet inspirasi, sekarang saya sudah berkeluarga bahkan sudah punya anak 1 atau 2, itu semua bukan alasan untuk mundur!!!”

2. TENTUKAN UNIVERSITAS
Setelah memiliki niat yang kuat, mulailah bergerak! Step pertama yaitu mengetahui INGIN DIMANA KAMU BERSEKOLAH & JURUSAN APA. Kalau saya boleh tambahkan, pertanyaan akhirnya adalah “Kamu ingin menjadi apa di akhir studi nanti? Ingin memberikan sumbangsih apa bagi bangsa di akhir kuliah nanti?” Dengan menjawab pertanyaan itu, secara garis besar qm sudah menjawab salah satu misi hidup dan menuliskan bagian dari life plan kamu. Langkah selanjutnya adalah mencari universitas mana saja di dunia yang memiliki peringkat terbaik di bidang tsb. Kalau memang bidang tsb lebih jago di Indonesia, ndak perlu qt kekeuh kuliah di LN. Kalau bagi saya, jika kita ingin kuliah di LN, pastikan departemen & univ yg qt tuju memiliki ranking lebih baik dari semua universitas yg ada di Indonesia. Sebagai rekomendasi, mungkin bisa di cek di “QS World Ranking”, bisa dilihat secara general atau langsung per bidang. Tips selanjutnya adalah, pastikan qt mencatat beberapa list universitas tujuan qt, minimal 5 deh, mulai dr yang paling optimis hingga yg paling realistis 😀

3. PERSIAPKAN DOKUMEN
Setelah mengetahui “calon” universitas qt mana saja, silahkan langsung googling dan surfing jurusan yang qt cari tsb, apa saja entry requirement-nya, bagaimana prosedurnya, dan yang paling penting kapan deadline submission-nya. Biasanya universitas di UK membuka 1x pendaftaran di bulan September sbg tahun ajaran baru, namun ada jg beberapa jurusan yg menerima mahasiswa baru di spring term (Januari/April). Tips dari saya, buat table excel, masukkan detail per universitas. Berdasarkan pengalaman saya mendaftar di beberapa universitas di UK dan Eropa, kebanyakan mereka hanya meminta online submission which is sangat mempermudah qt. Tugas qt hanya scan semua dokumen lalu mengirimkan di portal resmi universitas tujuan. Tinggal menunggu hasil kira2 sekitar 4-8 minggu. Biasanya qt diminta mengisi identitas diri di portal resmi universtas, kurang lebih seperti meng-copas CV, menuliskan detail education, occupation, apakah ada publikasi, dll. Di akhir aplikasi, qt akan diminta untuk submit scan beberapa dokumen seperti: Ijazah, transkrip nilai, surat rekomendasi, proof of English proficiency (IELTS/TOEFL/GMAT), dan motivation letter. Tips lainnya adalah pastikan setelah lulus kuliah, qt menyiapkan banyak semua dokumen diri penting untuk ditranslasi oleh sworn translator (penerjemah tersumpah). Dulu setelah lulus saya dgn rajinnya mentranslate ijazah, cumlaude certificate, KTP, KK, dan akte lahir sekaligus, jadi ndak akan repot di akhir jika dokumen2 tsb diperlukan (dan memang diperlukan, either dlm aplikasi univ maupun visa).

4. TES IELTS/TOEFL
Proof of English proficiency pasti akan selalu diperlukan jika qm ingin kuliah ke LN, terutama Eropa, Amerika, dan Australia. Bentuk lazimnya adalah TOEFL atau IELTS, sedangkan untuk ke Amerika biasanya mereka juga menanyakan sertifikat GRE atau GMAT. Perlu dicatat bahwa proof of English proficiency ini haruslah yang terdaftar legal internasional, jarang diperbolehkan submit dalam bentuk institutional atau provisional test. Lembaga penyelenggara TOEFL internasional untuk Indonesia adalah The Indonesian International Education Foundation (IIEF) yang berkantor di Menara Imperium Jln. H.R. Rasuna Said, Kuningan Jakarta 12980 no. telepon (021) 8317330. Untuk biaya yang dikeluarkan tahun 2014 kemarin sekitar $180 atau bervariasi di setiap tempat. Untuk informasi lebih jelasnya bisa dibuka websitenya di http://www.ets.org.

Kalau saya pribadi dahulu mengambil tes IELTS. Format tes IELTS terdiri dari listening, reading, speaking, dan writing. Tes ini terbagi menjadi dua modul, yaitu academic dan general training. Bagi kalian yang ingin melanjutkan kuliah di LN tentu akan memilih academic test. Listening test berlangsung sekitar 30 menit, reading test 60 menit, writing test 60 menit, dan speaking test 11-14 menit. Penyelenggara IELTS di Indonesia antara lain IDP dan IALF. Biaya untuk mengikuti tes IELTS tahun 2014 adalah sekitar USD 195. Untuk informasi lebih jelasnya bisa membuka website http://www.idp.com/indonesiaatau http://www.ielts.org.

Tips terkait dgn tes IELTS, kalau kalian sudah memiliki basic English yg mumpuni, hal yang diperlukan selanjutnya adalah mempelajari tipe soal IELTS/TOEFL, banyak2 latihan soal (bisa online atau cari yg e-book), serta rajin2 dengerin dialog Bahasa Inggris agar telinga qt lebih peka dengan aksen native speaker yg beragam (paling gampang dgn dengerin film Bahasa Inggris tanpa terjemah/subtitle). Kalau saya dulu menyempatkan diri untuk mengikuti les persiapan IELTS yg diadakan selama 5 hari dari IDP, karena memang butuh “dipaksa” untuk nyempatin belajar, hehe, hitung2 latihan langsung dgn native speaker nya. Tes persiapan ini tujuannya murni agar membiasakan qt dgn tipe2 soal IELTS serta kisi2 menyiasatinya, selain itu qt jg langsung akan praktek seperti sedang ujian IELTS dan dinilai kemampuan yg saat ini qt miliki. Alhamdulillaah lumayan membantu, tahun 2014 lalu biayanya sekitar 1,3jt untuk 5 hari kelas.

5. SURAT REKOMENDASI (RECOMMENDATION LETTER)
Nah… untuk surat rekomendasi yang harus diperhatikan adalah SIAPA orang yg akan qt minta untuk memberikan rekomendasi dan bagaimana FORMAT nya. Biasanya yg diminta adalah 1) Orang yang sudah lama mengenal karakter kerja qt (bisa atasan di tempat kerja) 2) Orang yg dapat memberikan rekomendasi kinerja akademis qt (baiknya seorang professor atau minimal Doktor, bisa Pembimbing Skripsi, dekan, ketua jurusan/dept atau tutor) 3) Ketua lembaga organisasi profesi yg qt ikuti. Untuk formatnya, setiap univ memiliki cara yg berbeda, ada yang langsung meminta kpd pemberi rekomendasi dan pemberi rekomendasi mengisi form rekomendasi secara online, atau bentuk surat rekomendasi bebas. Untuk yg format nya bebas ini saran saya adalah 1) Minta persetujuan orang yg qt anggap tepat untuk memberikan rekomendasi 2) Buatkan draft rekomendasi terlebih dahulu 3) Biarkan sang pemberi rekomendasi untuk mereview draft yg sudah qt buat 4) Setelah disetujui bisa dmintai ttd. Saran saya ketika membuat recommendation letter qt siapkan jg format yg masih umum, biasanya diawali dgn TO WHOM IT MAY CONCERN, tanpa menyebutkan univ yg dituju sehingga ndak merepotkan sang pemberi rekomendasi ketika qt secara tak terduga harus mendaftar ke univ lainnya.

6. ESSAY/MOTIVATION LETTER/COVER LETTER
Ini juga bagian yg cukup penting. Kadang ditanyakan tapi banyak juga yg ndak menanyakan. Ada juga beberapa orang yang pernah menanyakan essay yang sudah pernah saya buat. Saran saya adalah WRITE ON YOUR OWN. Maksudnya disini ga pure buat njelimet bagi mereka yg masih takut2 nulis Bahasa Inggris. Kalo qm merasa kesulitan, step paling mudahnya adalah 1) Googling dgn keywords “recommendation letter university” 2) Amati pola/struktur contoh2 yg ada di Google 3) Coba cuplik bagian2 yg menurut kalian terbaik dr banyak contoh 4) Susun kembali dgn menyesuaikan your background. Kurleb menerapkan metode ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Point2 penting yg ada dalam recommendation letter adalah a) Menjelaskan posisi pemberi rekomendasi itu siapa, bgmn dya mengenal qm, sudah berapa lama, dalam kapasitasnya sbg apa b) Review kinerja, karakteristik, pencapaian akademis yg qm miliki c) Bisa juga beberapa project/penelitian/award terbaik yg pernah qm dapatkan sbg penguat statement rekomendasi d) Harapan yg dicapai jika qm bisa melanjutkan studi e) Encouragement statement yg menyatakan klo qm layak untuk diterima sbg mahasiswa S2 di univ tsb. Jangan khawatir dgn WRITER’S BLOCK, kebanyakan orang TAKUT atau MALAS memulai sehingga end up dgn copas milik orang lain. Saran saya adalah MEMAKSAKAN diri untuk membuat DRAFT, sehingga nilainya lebih orisinil dan bermakna. The key to create recommendation letter is PUSH YOURSELF TO START WRITING!!

7. APPLY BEASISWA
Ini adalah step yg sangat penting bagi mereka yang membutuhkan dana untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yg lebih tinggi, terutama di LN, contohnya adalah saya 😀 Setelah qm apply universitas ataupun belum, mulailah hunting dgn program2 beasiswa yg ada di sekitar. Sumber beasiswa itu terbagi dalam 3 kategori (menurut dw), dari pemerintah Indonesia, dari internasional atau dari universitas yang dituju. Beasiswa pemerintah Indonesia yang bisa diberdayakan sekarang adalah Beasiswa Unggulan DIKTI atau LPDP. Kalau sumber internasional seperti Chevening, ADS, Fullbright, Monbugakusho, dll. Ada juga cara lain yaitu mendapat beasiswa dari univ yang qt tuju. Infonya biasanya ada di website universitasnya yang ditujukan untuk mahasiswa internasional. Setelah mengetahui beasiswa mana yg akan qt apply (boleh koq lebih dari 1), pastikan qt pantau jadwal pendaftaran dan persyaratan yg dibutuhkan. Persyaratannya mirip2 koq dgn apply universitas, biasanya ada tambahan essay atau motivation letter. Mengenai Beasiswa Presiden Republik Indonesia (BPRI) yg dikelola oleh LPDP bisa diintip deskripsi singkatnya di notes saya yg ini https://dewinaisyah.wordpress.com/2014/11/19/beasiswa-presiden-republik-indonesia-bpri-an-awardee-note/

Last question… Kalau saya SUDAH MENIKAH bahkan SUDAH MEMILIKI ANAK, apa mungkin saya masih bisa lanjut kuliah S2 di luar negeri?
Jawabannya tergantung dari seberapa kuat keinginan qm untuk lanjut menuntut ilmu serta keputusan bersama dari pasangan. Karena pastinya, keputusan ini akan berimbas pd banyak hal, mulai dari pekerjaan, keuangan, waktu dan kebersamaan. Jika memang sudah menjadi kesepakatan bersama, insya Allah banyak kemudahan akan datang meskipun kalian tengah mengambil jalan yg begitu “menantang”. Saya menemui banyak teman yang sudah punya anak sedang sekolah S2 dan S3 disini, bahkan hamil dan melahirkan di tengah studi. Selain itu, ada juga yg anaknya sudah 2, 3 bahkan 4. Semua lahir dari komitmen, dan selalu yakinlah, buah keberhasilan baru dapat dituai setelah bibit ikhtiar dan perjuangan ditanam.

Sekian dulu part 1 ini ditulis, next notes akan detail membicarakan step by step setelah mendapat beasiswa dan menyiapkan keberangkatan menuju UK, terutama hal-hal tricky bagi couples dan yang membawa anak. Jika ada hal yang lupa saya sampaikan, silahkan bertanya di komen ya, insya Allah dengan senang hati akan menjawab kalau memang tahu jawabannya. Semoga bermanfaat! ^_^

study abroad

Advertisements