“It was not muslim who have made Islam great. It is Islam that has made the muslim great” (anonymous)

Mumpung masih dalam suasana iedul adha, saya ingin menulis tentang nuansa keislaman di UK. Tidak sedikit orang yang bertanya ke saya, bagaimana suasana islam di UK, atau bagaimana mereka memandang orang muslim, pernah didiskriminasi ga, ada masalah ga di kampus karena saya muslim, dan lain sebagainya.

Bisa dibilang saya masih awam, karena memang belum lama tinggal di UK, bahkan hanya di London lebih tepatnya. Jadi bisa dibilang, apa yang saya tuliskan ini murni opini pribadi sebagai mahasiswa yang sudah 2 tahun tinggal di London (dan dikolaborasi dengan testimoni suami yang sudah 1 tahun tinggal di Newcastle). Sekali lagi, ini hanya berasal dari perspektif pribadi, bisa benar bisa salah, bisa juga berbeda rasa karena masing-masing memiliki sudut pandangnya sendiri, pun berpengaruh dari cita rasa pengalaman pribadi.

Menurut saya (dan pandangan banyak warga Indonesia yg sudah lama tinggal di UK), Inggris merupakan negara yang paling hangat menerima warga muslim dibanding USA atau negara Eropa lainnya. Bisa jadi, statement saya di atas ndak valid karena saya memang belum pernah tinggal di negara eropa lainnya. Namun yang saya rasakan adalah, London atau mungkin UK pada umumnya sangat ramah terhadap muslim. Pertama kali datang, saya merasa tidak kesulitan untuk beradaptasi dan menyesuaikan diri. Makanan halal cukup mudah didapatkan, bahkan di dalam supermarket lokal tersedia halal corner untuk umat muslim jika ingin membeli daging (sebutlah Tesco, Asda, Sainsburry). Pemotongan hewan juga memiliki sertifikasi tersendiri di UK, yang biasa disebut HMC (Halal Monitoring Committee). Saya juga tidak merasa kesulitan untuk menemukan butcher-butcher halal atau sekedar halal fried chicken. Memang kebanyakan toko daging dan restoran halal berada di daerah timur London dimana biasanya lebih dari seperempat penduduknya adalah muslim.

Halal World di Asda
Halal World di Asda (salah satu supermarket besar di UK)

Secara general, Islam adalah agama terbesar kedua di UK berdasarkan sensus yang dilaksanakan oleh British Government pada tahun 2011, menempati angka 2,7 juta muslim atau sekitar 4.8% dari total populasi Inggris. Sedangkan di London, terdapat 1 juta lebih muslim atau sekitar 12% dari total populasinya. Jadi bisa dibilang kota London memang memiliki banyak sekali penduduk muslim. Selain Birmingham yang terkenal sebagai the City of Khan, kota di UK lainnya yang memiliki banyak persentase muslimnya adalah Blackburn, Bredford, dan Luton. Tidak heran jika saat ini sudah ada 5 bank syariah yang beroperasi di UK.

Llyods Islamic Bank Account (contoh salah satu bank yang memiliki akun syariah di UK)
Llyods Islamic Bank Account (contoh salah satu bank yang memiliki akun syariah di UK)

Bagaimana dengan teman-teman di kampus? Lagi-lagi saya merasa tidak ada pengaruh atau perlakuan berbeda atas identitas saya sebagai seorang muslimah. Awalnya saya khawatir kerudung panjang saya akan menjadi hal yang sangat aneh sendiri, tapi ternyata tidak, warga London begitu terbuka melihat perbedaan yang ada. Teman-teman saya pun berteman seperti biasanya. Memang ada yang bertanya karena heran, seorang teman laki-laki dari Jerman, “I’m sorry for asking or if it is very a silly question. But I saw many types of scarf, is it mean something?” Hehe… saya bisa pahami pertanyaannya karena memang kita bisa melihat beragam muslimah dari belahan berbagai negara dengan gaya jilbabnya yang berbeda-beda. Diluar itu, mereka sangat paham ketika saya berpuasa di bulan Ramadhan, saat saya izin break shalat di tengah diskusi, atau menghormati ketika saya membatasi diri saya untuk hanya memakan makanan yang halal.

Foto bersama teman-teman di MSc. Modern Epidemiology ICL 2012
Foto bersama teman-teman di MSc. Modern Epidemiology ICL 2012

Pengalaman lain yang menarik adalah mengenai shalat eid berjama’ah yang dilaksanakan di taman-taman terbuka. Saya begitu kagum mengetahui bahwa masyarakat UK begitu welcome nya dengan pelaksanaan ibadah umat muslim. Organisasi mahasiswa muslim di kampus juga tersedia jika kita ingin bergabung. Ada beragam kajian yang ditawarkan di masjid-masjid central atau sekitar tempat tinggal. Mulai dari kajian tafsir, shiroh, dan Bahasa Arab.

70,000 muslim melaksanakan shalat ied berjamaáh di Small Heath Park, Birmingham
70,000 muslim melaksanakan shalat ied berjamaáh di Small Heath Park, Birmingham

Kengahatan Islam lain yang saya rasakan adalah, ikatan warga muslim Indonesia di UK yang begitu erat dan hangat. Ada kelompok-kelompok pengajian lokaliti yang tersebar di seluruh UK, meliputi London, Birmingham, Nottingham, Louborough, Manchester, Leeds, Sheffield, Newcastle, Glasgow, Aberdeen, Bristol, Southampton, dll. Selain itu, ada sebuah organisasi warga muslim Indonesia di UK yang bernama KIBAR (Keluarga Islam Indonesia di Britania Raya) yang sudah didirikan sejak tahun 1988, yang bertujuan sebagai wadah silaturahmi warga muslim Indonesia se-Britania Raya, termasuk Skotlandia, Irlandia dan Wales. KIBAR memiliki agenda rutin KIBAR Gathering yang dilakukan 1 tahun 2 kali yaitu pada saat autumn dan spring. Saya berkesempatan mengikuti acara KIBAR Gathering beberapa kali dimana saya dapat bertemu dengan lebih dari 300 warga muslim Indonesia di UK. Sambutan yang hangat itulah yang menjadikan UK begitu berkesan sebagai tempat menempuh studi.

Pelaksanaan KIBAR Gathering dihadiri lebih dari 300 warga muslim Indonesia
Pelaksanaan KIBAR Gathering dihadiri lebih dari 300 warga muslim Indonesia

Hal menarik lain yang ingin saya bagi adalah lingkungan tempat tinggal saya saat ini. Saat ini kami tinggal di daerah Seven Sister, bagian dari Haringey Council, dimana banyak sekali terdapat penduduk muslim menempati wilayah ini. Toko-toko halal, restaurant halal, dan butcher halal banyak berada di pinggir jalan. Pemandangan muslimah Afrika (Nigeria, Sudan, Somalia) dengan hijab lebarnya terlihat sering berseliweran. Bahkan di dekat rumah kami, terdapat As-Sunnah Islamic School, yang rencananya Najwa akan memulai nursery nya disana. Menariknya adalah, bersebelahan dengan wilayah yang lumayan banyak muslimnya ini, tinggal penduduk Yahudi taat. Ciri khas penampilan mereka adalah topi hitam panjang untuk laki-laki dewasanya, kupluk tempel untuk anak laki-lakinya dengan rambut keriting menghiasi jambangnya, serta wanita dewasanya selalu mengenakan rok di bawah lutut (dan katanya mengenakan wig atau rambut palsu). Kita hidup berdampingan tanpa ada masalah, saling toleransi menghargai kepercayaan masing-masing.

Jews in London
Jews in London (sumber: http://www.telegraph.co.uk)
Jews women in London (sumber: www.idtimes.co.uk)
Jews women in London (sumber: http://www.idtimes.co.uk)

Di luar segala kenyamanan dan hal positif yang sudah saya sampaikan, saya sepenuhnya sadar bahwa masih ada berita-berita tentang religion hate crimes yang menimpa muslim di London. Dan lagi-lagi, saya selalu berlindung kepada Allah, atas segala hal terkecil apapun yang menimpa diri ini. Karena pada hakikatnya, musibah itu dapat menimpa kita dimanapun berada, tidak perlu jauh di negara luar, bahkan di Indonesia. Namun yang pasti, musibah apapun yang terjadi, sudah terjadi atas izin dan kehendak-Nya. Maka tugas saya sebagai seorang muslimah, berupaya menunjukkan bahwa akhlaq muslim lah yang seharusnya membuat orang lain merasa begitu nyaman, bahwa begitu banyak kebaikan dan perbaikan yang juga dapat kita berikan. Bukankah seorang muslim adalah mereka yang dapat membuat saudaranya selamat dari gangguan lisan dan perbuatannya. Semoga Allah senantiasa istiqomahkan diri ini untuk senantiasa berjalan menuju keridhoan-Nya, bersabar menapaki anak tangga ikhtiar menuju jannah yang dirindukan.

islamUK9

“If all the people are pleased with you but Allah is not, what have you gained? If Allah is pleased with you but no one else is, what have you lost?”

Berusaha menyelesaikan tulisan ditemani sang buah hati,

London pukul 01.20

Advertisements