“Constantinople shall be surely conquered; How blessed the commander who will conquer it, how blessed his army”

 Akhirnya runtuh jualah pertahanan benteng terkuat, simbol kebesaran Bizantium. Akhirnya sampai jualah kemenangan Islam di kota Konstantinopel, setelah lebih dari 11 abad lamanya dikuasai oleh Romawi Timur. Ya, olehnya. Oleh seorang panglima pasukan yang begitu mulia. Pemimpin shalih, berjiwa pemberani, berhati lembut dan berakhlaq mulia. Seorang yang tak pernah meninggalkan satu malampun dari sujud khusyuk tahajud di sepertiga akhir malamnya sejak aqil baligh-nya. Ialah sang penakluk pilihan Allah, Muhammad Al-Fatih!

Sultan Mehmet II atau kita kenal dengan sebutan Sultan Muhammad Al-Fatih merupakan sultan ketujuh dari Kerajaan Ustmani. Percaya ga percaya, beliau ini berhasil menaklukkan Konstantinopel saat berusia 21 tahun. Iya 21 tahun! Saya ga salah ngetik koq. Masih dalam usia yang sangat muda. Suka malu kalau berkaca pada diri sendiri, umur segini masih belum bisa mengukir apa-apa, apalagi sejarah yang besar *hiks #ambil tisu. Kembali kepada kisah, jadi Muhammad Al-Fatih merupakan anak Sultan Murad II, sultan keenam Daulah Ustmaniah. Sejak kecil, ia telah berhasil menghafal al-qur’an, mempelajari beragam ilmu termasuk ilmu fiqih, matematika, hadist, dan strategi perang. Dan hebatnya lagi, di usia yang masih sangat muda, beliau sudah menguasai 6 bahasa. Masya Allah…

Berdasarkan sejarah, Konstantinopel ini dikuasai oleh Kerajaan Romawi Timur yang terkenal dengan pertahanan dan kekuatan perangnya yang besar. Itulah sebabnya ia tidak pernah berhasil ditaklukkan selama lebih dari 11 abad. Benteng tinggi besar melingkupi area perbatasannya. Sudah beragam cara dicoba, namun tidak juga berhasil ditaklukkan. Hingga akhirnya kemenangan Islam dapat dibawa oleh seorang panglima shalih yang mulia.

Turki132

Itulah sekelumit kisah yang membuat saya begitu penasaran untuk menilik sejarah penaklukan Konstantinopel, atau bahasa kerennya, napak tilas. Sebenarnya apa sih yang terjadi di Konstantinopel? Kenapa kisah penaklukan ini begitu terekam dalam sejarah dunia. Apa istimewanya disana? Naah… jadi qadarullah (atas izin Allah), bulan Mei lalu, secara sengaja ga sengaja Allah menyampaikan kaki saya untuk menjejak turki. Memberikan kesempatan bagi saya untuk lebih dalam lagi mengambil hikmah kebesaran Allah di bumi-Nya yang luas.

Bisa dibilang, ini adalah kali pertama sepanjang sejarah hidup saya, saya ke luar negeri atas alasan jalan-jalan (sebelumnya semua perjalanan di luar Indonesia dikarenakan ada tugas kantor, meeting, sekolah atau konferensi) *ketahuan kurang refreshing 😀 Ini merupakan perjalanan impulsif yang diputuskan H-2 minggu keberangkatan dikarenakan saya melihat beberapa peluang: 1) Harga tiket murah 2) Tiket PP London-Turki jauh lebih murah dibandingkan Indonesia-Turki *mumpung masih jadi musafir 3) Turki memang masuk list of places yang ingin saya kunjungi terkait dgn sejarah Islam-nya 4) Grafik kesibukan saya di kampus turun drastis pasca upgrade (udah saya ceritain di PhD note sebelumnya) 5) Memasuki waktu spring/summer, siang lebih panjang (matahari tenggelam sekitar jam 8 malam), sehingga waktu jalan-jalan kami lebih lama 6) Udara sudah mulai menghangat, waktu yg tepat untuk mengajak Najwa jalan-jalan 😀

Note Turki3
Suleymaniye Mosque, one of the biggest mosque in Istanbul

Naah… disini saya akan ngasih penjelasan satu-satu tentang tempat yang sempat saya kunjungi selama di Turki, saya udah ngasih catatan perjalanannya disini. Mangga dibuka fotonya satu-satu dan dibaca caption nya secara berurutan. Kurang lebih itu cara menceritakan yang lebih baik menurut saya. Pokoknya nyesel kalo ga baca *maksa 😀 Di catatan kali ini, selain menceritakan tempat yang sudah kami kunjungi, saya akan fokuskan kepada tips jalan-jalan hemat budget di Turki (ala-ala kami), estimasi budget perjalanan, dan itinerary selama 6 hari 5 malam berkunjung ke Istanbul dan Cappadocia.

Note Turki1
Wonderful landscape in Cappadocia, masha Allah…

Oke, jadi ini adalah itinerary kami selama di Turki. Sempat ada perubahan rencana. Awalnya saya berniat mengunjungi Bursa, tapi karena tergiur oleh iming-iming hotel, jadi batal dan ikut program tour rekomendasi hotel yang menurut saya kurang worthy. Jadi itinerary hari ke 5 better one day trip to Bursa kalau saran saya. Jalan-jalan di Istanbul juga bisa dibuat lebih singkat kalau ndak bawa anak. Nah, dibawah ini adalah beberapa tips untuk low budget travel di Turki.

1. Kalau ingin berkunjung ke kota lain selain Istanbul, ada baiknya membeli tiket dari kota asal langsung ke daerah luar Istanbul. Dengan begitu kita dapat menghemat waktu dan biaya. Karena biasanya tiket murah itu arrival nya di Sabiha Gukcen, dimana airport transfernya lumayan jauh kalau menuju pusat kota Istanbul. Jadi untuk perjalanan kemarin, saya memulai dari London menuju Istanbul Sabiha Gukcen (transit) lanjut ke Nevsehir (Cappadocia). Setelah melewati 2 malam di Cappadocia, kami baru kembali ke Istanbul dan menghabiskan waktu disana selama 3 malam. Oya, kami naik Pegasus, low budget airline dari Turki. Untuk 3 orang, cuma kena total 1.3 juta per orang untuk penerbangan London-Istanbul-Nevsehir-Istanbul (3 x flight). Murah banget kan?

hot air balloon
Hot Air Balloon di Cappadocia. Absolutely one of the best place to visit!

2. Saran kami, saat tinggal di Istanbul, pilihlah lokasi yang dekat dengan pusat tempat wisata dan tinggal di apartemen yang ada dapurnya. Kami memilih tinggal di daerah Sultanahmet, nama penginapannya Sultanahmet Suites. Memang bukan hotel, tapi nyaman banget koq. Ada meja makan, dapur, kamar mandi yang kece bgd, dengan king size bed. Hanya butuh jalan sekitar 5 menit untuk ke Blue Mosque 😀 Harga per malamnya juga kurang dari 300 ribu. Catatan tambahan, biasanya apartemen gitu ga menyediakan lift, jadi kalau dapat di lantai atas lumayan juga, hehe…

Sultanahmet Suites
Ini gambaran akomodasi tempat kami menginap selama di Istanbul

3. Naah… kenapa tadi saya sarankan tinggal di apartemen yang ada dapurnya. Agar kita bisa masak! Yups, masak. Kalau ingin menghemat pengeluaran, saran saya adalah membeli bahan makanan di minimarket setempat. Ini saya niat beneran lho sampai belanja beras, sosis, telur, roti, mentega. Ada koq banyak minimarket lokal di kisaran penginapan kita, harganya juga standar kaya alpham*rt atau indomar*t. Karena untuk yang bawa anak kecil, kita pasti mau make sure anak kita makan kan? Jadilah saya membeli makanan andalan, telur! Saya juga membeli beberapa minuman botol 1.5 liter seharga 1.5 lira each di minimarket.

4. Catatan penghematan selanjutnya adalah, jangan ragu untuk membawa bekal dari rumah. Lauk yang tahan lama maksudnya, seperti rendang, kering tempe, atau teri medan. Bisa juga membawa beberapa bungkus mie (kan lumayan menghemat dinner 😀 ) Bagi yang membawa anak, bisa membawa susu botolan atau nanti bisa juga beli di minimarket setempat. Bisa dilihat di file expenses, saya jarang beli dinner atau lunch bahkan ga pernah beli breakfast, karena memang mengkombinasikan bekal dan masak nasi kalau di apartemen, lumayan banyak juga menghematnya lho *kekeuh pada prinsip hemat 😀

Bekal
Ini contoh perbekalan saya kemarin: bekal mie goreng dgn telur, kering tempe, mie ramyun 4 bungkus dan susu botol untuk Najwa

5. Untuk airport transfer, beda kasus antara yang sampai di Istanbul Attaturk dengan Sabiha Gukcen Airport. Kalau kalian datang dari Istanbul Attaturk Airport, untuk menuju pusat kota bisa menaiki tram. Tapi kalau Sabiha Gukcen agak ribet, saya prefer ikut shuttle bus. Sempat saya cari-cari di website dan harganya mahal-mahal banget, sampai akhirnya dapat yang termurah EUR 10 per orang. Eh ternyata, inipun masih sangat mahal, abang-abangnya juga suka banget mark up harga, apalagi sama turis. Pengalaman saya kemarin, ada seorang bule dari USA yang sama-sama dijemput oleh shuttle bus ini, harga yang dia bayar adalah TRY 85. Padahal nih ya, EUR 10 itu setara dengan 33 TRY saat itu. Kalau saya sih tetep kekeuh bayar TRY 100 untuk 3 orang sesuai kesepakatan booking (walaupun deg2an kalau diminta tambah). Nah pas saya kembali ke Sabiha Gukcen untuk kembali ke London, ternyata harga shuttle bus yang ditawarkan oleh akomodasi saya lebih murah, hanya TRY 30 dan anak kecil free!

6. Tips penghematan selanjutnya, kalau ingin berkunjung ke banyak museum di Istanbul, ada baiknya membeli Museum Pass seharga 85 TRY. Bisa dibeli di pintu masuk Hagia Sophia. Kartu itu berlaku selama 5 hari sejak tanggal masuk tempat wisata pertama dan dapat digunakan di banyak tempat wisata di Istanbul. Ini link untuk info lengkapnya. Kalau berkunjung ke 4 tempat wisata aja, udah pasti akan balik modal koq. Jadi ini benar-benar bisa membantu menghemat.

MuzeKart

7. Kalau mengunjungi Istanbul, baiknya ga usah ikut tour. Istanbul gampang banget koq untuk dijajaki. Lokasi wisatanya juga dekat-dekat. Kalaupun agak jauh, saran saya beli istanbulkart agar bisa naik tram. Ini info untuk penggunaannya.

8. Kalau mau ikut Bosphorus tour, cara paling murah adalah ikut Bosphorus Tour yang ditawarkan di loket ferry dari Eminonu. Harganya TRY 12 per orang untuk 1.5 jam perjalanan menelusuri selat Bhosporus melihat landmark Istanbul di bagian Eropa dan Asia. Keberangkatan ferry biasanya jam 13.30, jadi pastikan sebelum jam setengah dua udah stand by di Eminonu ya.

9. Untuk membeli makanan, coba rajin-rajin bandingin toko penjaja makanan. Kalau membeli di dekat-dekat daerah wisata tentu sangat mahal. Kemarin setelah menyusuri jalan di kisaran Grand Bazaar, kelihatan persaingannya. Mulai dari yang menawari Turkish kebab seharga TRY 10 hingga TRY 3.5, tentu kami pilih yang 3.5 dunk 😀

10. Kalau souvenir gimana? Banyak banget yang nyaranin untuk mampir ke Grand Bazaar dan Spice Bazaar untuk beli souvenir dan oleh-oleh. Iya sih, pasarnya emang guede banget! *tapi tanah abang ga kalah gede koq, hehe… Saran saya adalah, rajin-rajin komparasi harga, pilih yang ngasih harga paling murah *emak-emak mode: on. Kemarin saya berhasil mendapatkan harga TRY 1 untuk gantungan kunci dan TRY 2 untuk magnet kulkas. Tips yang lain adalah, saya bahkan dapat harga yang jauh lebih murah saat belanja diluar Grand Bazaar, layaknya pasar pinggir jalan gitu di arena luar Grand Bazaar. Bapaknya baik banget lagi, jadi terharu. Saya dikasih harga GBP 30 untuk pajangan piring yang sebelumnya dikasih harga TRY 65 di Grand Bazaar yang udah mentok ga boleh ditawar. Alhamdulillaah masih rezeki, bisa dapat yang lebih murah.

Grand bazaar
Nuansa di dalam Grand Bazaar

11. Untuk tips di Cappadocia, saya pilih ga tinggal di hotel, tapi family room di penginapan yang ada di Gorome. Cari yang dekat dengan Gorome Panorama, jadi bisa kapan aja bolak balik kalau mau lihat pemandangan indah di Cappadocia. Kemarin saya menginap di Rock Valley Pension Hotel, dengan budget sekitar 350 ribu per malamnya. Untuk jalan-jalan di Cappadocia, saran saya ambil tour aja. Harga hotel lebih murah daripada harga website biasanya. Kemarin untuk Green Tour, saya mendapat harga TRY 100 per orang, dan Najwa gratis (meskipun dia dapat tempat duduk sendiri). Kenapa ikut tour? Karena lokasi wisata Cappadocia itu jauh-jauh banget, enaknya one day tour aja, jadi kita tinggal duduk manis di dalam bus mengikuti arah kemana angin berhembus, eh salah, ngikutin arah kemana guide nya nunjukin 😀

Note Turki4
Ini pemandangan di tempat saya menginap, ada kolam renang yang langsung menghadap keindahan Gorome, Cappadocia

12. Tips terakhir, jangan malas untuk membuat itinerary dan perkiraan budget ya. Sangat membantu lho untuk evaluasi dan menyesuaikan arah perjalanan kita. Berteman baiklah dengan peta dan GPS, karena akan sangat membantu saat kita berada di tengah hiruk pikuk orang-orang yang kurang fasih berbahasa Inggris. Satu lagi dan terpenting, jangan malas untuk baca-baca sejarah tempat yang akan kita kunjungi, biar ada feelnya pas lagi melihat langsung.

Sebelum saya tutup (udah kaya buka acara aja), ini adalah estimasi perkiraan budget berdasarkan perjalanan kami. Harga dibawah adalah estimasi keperluan per orang untuk jalan-jalan di Turki selama 6 hari 5 malam dari London, dengan catatan 2 malam di Cappadocia dan 3 malam di Istanbul.

  1. Airfare London – Cappadocia – Istanbul – London : Rp 2,000,000
  2. Akomodasi family room 5 malam : Rp 1,700,000
  3. Airport transfer (4 times) : Rp 500,000
  4. Cappadocia Green Tour : Rp 500,000
  5. Museum Pass : Rp 425,000
  6. Basilica Cistern entrance fee : Rp 100,000
  7. Bosphorus tour : Rp 60,000
  8. Belanja di minimarket : Rp 100,000
  9. Breakfast/lunch/dinner tambahan : Rp 60,000

Total  : Rp 5,445,000

Eits, tapi jangan salah, itu masih bisa dihemat karena yang saya cantumkan adalah family room. Karena saya punya anak usia 3 tahun, saya ndak tega kalau ngajak dia menginap di hostel yang rame2 gitu, jadi meskipun bukan hotel, tapi akomodasinya tetap kamar private dan en-suite bathroom. Kalau masih single mah, pake hostel mungkin bisa budget akomodasinya cuma 700,000 untuk 5 malam (bisa hemat 1 juta lagi dari total di atas). Sedangkan untuk list lengkap dan detail budget pengeluaran kami kemarin, bisa dibaca disini (estimasi budget untuk family with 1 toddler). Sebagai catatan tambahan, kalau ingin mengunjungi sebuah kota di Turki, karena lokasinya berjauhan, harga bus dan tiket pesawat relatif sama, jadi saya prefer naik pesawat (kasian Najwa kalau 10 jam di bus). Selain itu, estimasi dana kalau mau nambah satu kota sekitar 2 juta. Sebagai contoh, sebenarnya kemarin saya ingin sekali berkunjung ke Ephesus dan Pamukkale, tapi setelah dikalkulasi butuh tambahan dana sekitar 2-3 juta, akhirnya urung deh, hehe… Kalau ada dana, silahkan dimasukkan ke itinerary nya 🙂

Nah, segitu aja mungkin yang bisa saya sharing. Berharap ada manfaat dari yang saya catatkan. Semoga semakin meningkatkan kecintaan kita kepada Sang Maha Pencipta, sebaik-baik penulis alur cerita. Hingga sejarah pun memaparkan kebesaran-Nya. Semoga kita dapat mengambil pelajaran tentang keshalihan, kesabaran, keikhlasan, dan buah kemenangan Islam atas sebaik-baik pengorbanan dan kemuliaan.

Note Turki5

“Be a traveller, not a tourist. Try new things, discover magnificent landscapes, meet new people, learn varies culture, and look beyond what’s right in front of you. Those are the keys to understand the amazing world Allah has created where we live in”

 

Ditulis ba’da sahur, 25 Juni 2016

London Pukul 04.24

Advertisements