“Jangan kau kira cinta datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun. Cinta adalah anak kecocokan jiwa. Dan jika itu tidak ada, cinta tidak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun, bahkan milenia…” (Kahlil Gibran)

Aih aiiih… tetiba ngomongin cinta. Hihi… Assalamu’alaykum semua, kembali lagi dengan emak yang masih sekolah ini. Udah lama banget nih skip nulis blog (maapkeun). Tapi koq, postingan kali ini dibuka dengan kalimat romantis begitu? Hoho… akan dijelaskan di bagian akhir yaa..

Kalau lihat kalender, kadang saya masih suka merasa tidak percaya, bahwa perjalanan PhD saya sudah sampai sini. Iya, sini. Sudah hampir 3 tahun dengan nano-nano asam manis perjalanannya. Saya skip hampir satu tahun nih mencatat apa-apa saja yang sudah saya lalui di tahun ketiga ini. Rasanya? Alhamdulillaah, luar biasa, Allahu akbar!! ^_^

Bisa dibilang PhD saya memang tidak mulus jalannya, dikarenakan pihak dari Guernsey tidak juga memberi kabar (kalau masih ingat, curhatan saya ada disini tentang ini), jadilah saya kehilangan 2-3 chapter thesis ya. Iya, itu artinya saya harus memikirkan 2 chapter pengganti. Hal itu pula yang membuat studi saya mundur sedikit dari rencana (saya). Qadarullah… saya yakin bahwa itu adalah yang terbaik, bukankah rencana-Nya selalu lebih baik dari rencana awal kita? Akhirnya 2 chapter itu beralih topik menggunakan metode infectious disease modelling dan health economic modelling, dan membuat saya harus berkolaborasi dengan kolega dari USA dan Imperial College London. More challenging memang, tapi di satu sisi mengasah kemampuan saya dengan teknik yang lebih advance lagi. Iya, selalu ada hikmah dibalik rencana Dzat Yang Maha Mengetahui.

phdcomic
Ini meme-nya anak PhD *mostly true 😀

Selama 11 bulan terakhir kegiatan saya masih sama, mengurus keluarga (hal utama dan pertama), mengurus sekolah saya (pekerjaan sampingan utama), plus mengurus hal-hal ekstra. Suami sudah memulai PhD dan sudah lolos pada ujian upgrade tahun pertamanya. Si kecil sudah settle di Reception yang sudah lebih serius belajarnya. Saya banyak menceritakan kisah si kecil di Instagram (@dewi.n.aisyah). Terus gimana mengurus anak sedangkan kedua orang tuanya kuliah? Sekelumit kisah dan tips nya sudah saya tuliskan disini.

najwa reception

Di tengah keterbatasan saya sebagai seorang hamba, Allah berikan banyak pertolongan dan hadiahkan bonus-bonus tambahan. Bukan, sejatinya bukan karena saya bisa, tapi karena Allah mampukan saya. Maka beberapa hal yang saya share disini merupakan rezeki-Nya, bagian dari skenario-Nya. Sedangkan saya hanyalah hamba yang berjalan di atas iradat-Nya.

Bulan Februari lalu, qadarullah Allah rezekikan saya untuk berangkat ke Shanghai dan mendapatkan Young Investigator Award di ajang APASL (Asia Pacific Association for the Study of Liver) Annual Conference. Menjadi muslimah satu-satunya di antara penerima penghargaan lainnya, plus terpilih untuk tampil memberikan testimoni di salah satu TV Hongkong. Sedikit hikmahnya bisa dibaca disini. Di bulan April, Allah rezekikan saya terpilih menjadi presenter dan menghadiri ILC (International Liver Congress) yang diadakan di Amsterdam. ILC merupakan ajang internasional paling bergengsi untuk para hepatologi.

apaslshanghai

Bulan Mei, qadarullah, testimoni saya terpilih mewakili mahasiswa PhD yang berada di Faculty of Population Health Science di University College London. Menjadi satu-satunya muslimah yg terpilih dan ga ketinggalan membawa nama Indonesia. Bahkan saya tidak menyangka UCL akan mau memasukkan profil saya yang notabene menggunakan jilbab lebar. Iya, lagi dan lagi saya tegaskan, hijab tidak pernah membatasimu “bergerak” wahai muslimah. Ia adalah identitas penunjuk taqwa, maka tak ada alasan bagimu utk malu mengenakannya. Dan berbanggalah menjadi salah satu hamba yg taat pd perintah-Nya, bahwa kau lebih menyukai pandangan Allah daripada pandangan manusia. Lalu buktikan bahwa muslimah pun bisa berkarya, memberi kebermanfaatan luas untuk umat dan bangsa. Dengan izin-Nya, insya Allah…

ucl brosure

Di bulan Juni, Allah takdirkan kami bertiga hadir pada sebuah acara televisi nasional UK berlini Islami, yaitu IQRA Bangla TV. Kami diminta sharing mengenai bagaimana tradisi hari raya idul fitri di Indonesia. Kali pertama, menyampaikan kerinduan merayakan hari raya Ied di tanah air tercinta di layar kaca (maklum, udah 3 tahun merayakan iedul fitri di Britania Raya). Video lengkapnya bisa diihat disini.

iqra bangla

Bulan Agustus, lagi-lagi atas izin Allah, buku kedua saya sudah terbit, yang berjudul Salihah Mom’s Diary. Buku ini merupakan kolaborasi dengan ibu-ibu shalihah lainnya di momme.org, menceritakan perjalanan seorang ibu yang berbeda bagi setiap orangnya. Menjadi penguat di kala gundah dirasa. Yang mau pesan bisa langsung hubungi Penerbit Ikon ya via website: tokoserambi.com, atau via Line: tokoserambi, atau WA: 08128554782 (eh, malah promosi :D). Buku Awe-Inspiring ME dengan izin Allah sudah masuk ke cetakan ketiga, dan bukunya sudah ada dalam bentuk E-Book. Jadi bagi teman-teman di Indonesia yg prefer membaca menggunakan tablet tanpa harus membawa buku kemana-mana, atau teman-teman di luar negeri yg kesulitan utk mendapat buku Awe-Inspiring ME, bisa langsung beli versi e-book di: Bit.ly/IKONBUKUAWE.

bukuawedansmd

Di bulan yang sama, Allah rezekikan dua paper saya published di jurnal internasional. Walaupun 2 paper ini bukan berasal dari PhD saya, jadi ini bonus yang Allah berikan yang merupakan salah satu hasil dari kegiatan ekstra yang saya kerjakan. Pada akhir Agustus, Allah berikan hadiah yang begitu besar kepada kami berdua. Salah satu life plan terbesar saya, Allah wujudkan atas izin-Nya… Alhamdulillah summa alhamdulillaah…  Insya Allah catatannya akan saya tuliskan pada postingan terpisah. Saya begitu meyakini bahwa pertolongan Allah itu begitu dekat dengan kita. Saat jalan terlihat begitu terjal dan berliku ke depannya, senantiasa bersandarlah kepada pertolongan-Nya. Karena hakikatnya, kemudahahan itu berasal dari-Nya, jalan keluar pun datang hanya berdasarkan iradat-Nya…

kabah

Memasuki bulan September, projek TB DeCare Bersama teman-teman di Garuda 45 semakin mendapat titik cerah. Walikota Surabaya dengan tangan terbuka begitu mempermudah proses penelitiannya. Akhir September lalu saya diundang ke Surabaya untuk presentasi di hadapan jajaran Dinas Kesehatan Surabaya, IDI Surabaya, Kepala RS UNAIR, dan Kepala RS Dr. Seotomo. Alhamdulillaah… titip doa semoga Allah limpahkan keberkahan dan kemudahan. Perjalanan tim Garuda45 ini semakin menegaskan kebenaran firman-Nya, bahwa segala sesuatu yang menimpa kita, tidak pernah luput dari izin-Nya. Kisah kami pun sama, saat ikhtiar kami belum juga menunjukkan titik terangnya, Bu Risma hadir menjadi solusi, yang bisa jadi, lebih baik dari apa yg kami rencanakan sebelumnya.

bu risma

“Maka jangan menggerutu saat rencanamu dengan takdir Allah belum bertemu, bisa jadi memang itu bukanlah sebaik-baik waktu. Jangan pula berburuk sangka, karena hanya Dia-lah yang paling baik rencananya. Jangan pula berputus asa, karena bisa jadi, jalan keluar itu hadir dari arah yag tidak disangka-sangka”

Eh eh, terus apa hubungannya sama quotes pembuka di atas? Saya hanya ingin menggarisbawahi, bahwa apapun yang menimpa diri, semua sudah berjalan sesuai dengan kehendak Ilahi. Entah lelah yang dirasa, rezeki yang diterima, atau berliku perjalannya. Semua sudah tercatat di lauhful mahfudz-Nya. Tugas kitalah yang senantiasa merenda taqwa atas setiap ujian yang menempa. Saya bersyukur memiliki suami yang mau saling berfastabiqul khairat di dunia, karena pasangan hidup kita memiliki peran yang luar biasa.

Iya, membangun keluarga menyelaraskan cita itu bukan kerja satu dua orang saja, tapi semua anggota keluarganya. Bukan kerja istri seorang, atau suami seorang. Bukankah dengan menikah kita sudah mengganti kata aku atau kamu menjadi kita? Maka skenario Allah apapun yang tengah kita jalani hari ini, merupakan bagian dari kerja sama tim keluarga. Mungkin ada istri yang mau berlelah lelah mengerjakan semua atau mengalah memberikan jadwal sekolah/me-time nya, ada suami yang mau membantu pekerjaan rumah tangga dan bersedia menanggung lelah bersama, atau si kecil yang begitu baik mengiringi irama kerja-kerja kita. Pun orang tua yang tak lelah melantunkan doa-doa tulusnya.

Maka jika ada yang bertanya apa kuncinya dalam membangun cita dan cinta, jawabannya adalah selalu melibatkan Allah dalam setiap perkara, berfastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga, pun kerja sama yang baik antar pemerannya. Jika itu yang menjadi kunci utama, tak ada lagi salah menyalahkan, saling melempar pekerjaan, atau lelah yang disesalkan. Karena semua yang dikerja, karena dan hanya untuk-Nya. Dan di saat itulah frasa rumah tangga begitu bermakna. Saat kita dan pasangan kita, terus berlomba dan berlelah-lelah di dunia, saling menopang dan mengingatkan untuk mengejar keridhoan-Nya, berharap surga menjadi akhir dari perjalanan kisah cinta kita…

“If you want guaranteed success in your marriage, make every effort to please Allah” (Islamic quotes)

Menyempatkan menulis di pojok kamar, saat duo kesayangan sudah tertidur lelap dalam gelap malam
21 Oktober 2017, pukul 03.07

Advertisements