menulis-rencana

Dewi Nur Aisyah received her Bachelor Degree with honor from Universitas Indonesia, majoring Epidemiology. Throughout her study, she was awarded as the most outstanding student at Faculty of Public Health. Having interest to tackle infectious disease problem, she and her team build an integrated system for TB patients which brought her as Indonesia representative in Imagine Cup Student Competition worldwide final, a prestigious international event for category Design for Development. She completed her master degree at Imperial College London majoring Modern Epidemiology at 2012. She has been awarded Indonesia Presidential Scholarship at 2014 and has completed her PhD at Institute of Epidemiology and Health Care, University College London at 2018. During her PhD, Dewi and Garuda45 team were developing an automated portable TB diagnostic tools and awarded as the national winner of Imagine Cup Student Competition in 2016. Their innovation (TB DeCare) is currently under development, supported by Stop TB Partnership Indonesia and the local Government of Surabaya. She is currently working as Program Implementation Department Senior Manager and Research Associate at INDOHUN (Indonesia One Health University Network). After more than 6 years experiences in some research centers in Indonesia, she has led many multidisciplinary projects, built networks and involved in many international collaboration researches across Southeast Asia and some European countries.

—————————————————- * * * —————————————————

Dewi Nur Aisyah adalah salah seorang epidemiologist dari Indonesia sekaligus ibu muda yang lahir dan besar di Jakarta. Menjalani studi S1 nya selama 3,5 tahun di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, ia berhasil lulus dengan IPK cumlaude serta mendapat penghargaan sebagai Mahasiswa Berprestasi utama FKM UI tahun 2009.

Dewi melanjutkan studi S2 nya di Imperial College London yang merupakan universitas peringkat ke-3 terbaik di dunia pada tahun 2011, berbekal Beasiswa Unggulan dari DIKTI. Pada usianya yang ke-25, ia kembali melanjutkan studi S3 nya di salah satu universitas terkemuka di dunia, University College London dengan fokus infectious disease epidemiology and population health. Ia mendapatkan beasiswa prestisius dari Beasiswa Presiden Republik Indonesia (BPRI), lolos seleksi dari ribuan calon pendaftar lainnya dan dilantik langsung oleh Presiden RI, Bpk. Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2014.

Pada saat S3, Dewi bersama tim Garuda45 mengembangkan sebuah alat diagnostik otomatis untuk mendeteksi Mycobacterium Tuberculosis pada penderita TB yang diberi nama TB DeCare. Inovasi ini membawa tim Garuda45 menjadi the national winner pada ajang Imagine Cup Student Competition tahun 2016. Sampai dengan saat ini, berbekal dukungan dari Stop TB Partnership Indonesia dan Walikota Surabaya (Dr. Ir. Tri Rismaharini, M.T), tim Garuda45 terus mengembangkan TB DeCare.

Ia juga berhasil mendapatkan 6 travel awards dan Young Investigator Award selama menjalani studi S3, terpilih menjadi salah satu peneliti muda terbaik di bidang hepatologi se-Asia Pasifik. Dewi telah menulis 3 buah buku yang berjudul Awe-Inspiring ME (menjadi national best seller dan telah memasuki cetakan kelima), Salihah Mom’s Diary (memasuki cetakan kedua), dan Awe-Inspiring Us yang baru saja dilaunching akhir Desember 2018 lalu dan sudah memasuki cetakan kedua.Β 

Saat ini Dewi bekerja sebagai Program Implementaton Department Senior Manager sekaligus Research Associate di INDOHUN (Indonesia One Health University Network). Enam tahun lebih pengalaman di dunia penelitian membuat Dewi memiliki kapasitas penelitian yang mumpuni, jaringan riset yang luas, serta membuatnya berhasil membangun kolaborasi internasional di wilayah Asia Tenggara dan Eropa. Ia juga sangat aktif mengikuti kegiatan kemahasiswaan, social project dan kompetisi-kompetisi internasional. Dewi telah mengisi lebih dari 100 acara seminar, workshop, dan kajian keislaman dan kemuslimahan.Β 

Saat ini, DewiΒ telah dikaruniai seorang putri bernama Najwa Falisha Mehvish yang ia lahirkan setelah masa studi S2 nya berakhir di Inggris dan juga seorang putra bernama Mu’adz Fathan Saifurrahman yang ia lahirkan setelah masa studi S3 nya berakhir. Segudang aktivitasnya di dunia akademisi, tidak menyurutkan langkahnya untuk terus mendidik dan membesarkan anak, membangun keluarga yang samara, terus berupaya memberi sebanyak-banyak manfaat bagi bangsa, negara, dan agama.

“Karena manisnya iman hanya dapat dirasakan bagi mereka yang senantiasa mengukir kebaikan dan tak kenal lelah melakukan perbaikan. Hingga di akhir kehidupan, indahnya ketaqwaan akan berbuah manis pada surga yang dijanjikan. Saat itulah, segala lelah ikhtiar dan bulir perjuangan berbalas jauh lebih indah dari apa yang pernah dibayangkan.”

Contact me:
FB: Dewi Nur Aisyah
Twitter: @dewinaisyah
IG: @dewi.n.aisyah
Ema

Advertisements