Search

Dewi Nur Aisyah

Sejernih cita, Sebening asa, Merajut cerita

Category

Raisha Journey

Berhaji dari Inggris: Sebuah Catatan Hikmah

“The servant of mine whom I have given health and sufficient means, and he allows five years to pass by (without visiting my House), is verily deprived” (Hadist qudsi, Sahih Ibn Hibban: 3703)

Jakarta, Mei 2011

Sedari awal pernikahan, saya dan pak suami sudah memiliki misi yg sama. Kami memiliki cita-cita untuk berangkat haji sebelum usia memasuki kepala tiga. Padahal belum tahu sih gimana caranya, tapi bismillaah… kami masukkan ke dalam life pan kami bersama (ecieee :D). Seperti prinsip saya, menulis rencana mah sah-sah aja, lalu serahkan urusan kepada satu-satunya Dzat Yang Maha Mengetahui Segala. Apalagi kalau bicara tentang target ibadah, malu kalau sampai lebih rendah dibanding target dunia (ya ga, ya ga). Jadi bismillah… kami masukkan targetan itu ke dalam life plan kami berdua.

——–

London, Januari 2012

Kami sadar betul daftar antrian haji begitu panjang di tanah air. Orang tua saya harus menunggu selama lebih dari 10 tahun (sekarang pun masih dalam antrian). Tapi berawal dari impian sederhana, Allah mulai tampakkan caranya. Saat saya S2 di London, saya belajar bahwa ada kemungkinan kami bisa berangkat haji dari UK. Kalau di Inggris, tidak ada sistem antrian (karena jumlah Continue reading “Berhaji dari Inggris: Sebuah Catatan Hikmah”

Advertisements

Vaksin atau Tidak: Menakar Manfaat dan Resiko

“If anyone travels on a road in search of knowledge, Allah will cause him to travel on one of the roads of Paradise” (Prophet Muhammad SAW)

Mba, anaknya divaksin atau tidak?
Mba, saya dengar vaksin terbuat dari bahan yang haram, apakah benar?
Mba, kalau anak saya mengalami kipi (kejadian ikutan pasca imunisasi) bagaimana?

Iya, itulah beberapa contoh pertanyaan yang masuk ke inbox saya. Saya yakin sekali setiap ibu pasti memiliki concern yang sama. Saya juga pernah berjanji untuk menuliskan hal ini, maka insya Allah pada postingan blog kali ini, saya akan memenuhi janji untuk membahas vaksin dari sisi epidemiologi. Iya, karena itulah bidang keilmuan yang saya tekuni. Yang belum paham epidemiologi itu apa, bisa dibaca disini. Saya tidak akan membahasnya dari sisi kedokteran atau imunologi, tapi lebih kepada ilmu epidemiologi, dan yang lebih spesifik, belajar dari ilmu infectious disease modelling (bagian dari ilmu epid yang saya pelajari). Saya merasa memiliki kewajiban untuk berbagi, semoga dengan sedikit ulasan ini, dapat bermanfaat bagi orang tua maupun calon orang tua.

  1. Najwa (putri saya) divaksin atau tidak?

Iya, putri saya diimunisasi lengkap. Saya berikan alasan saya di bawah ini insya Allah.

Continue reading “Vaksin atau Tidak: Menakar Manfaat dan Resiko”

35 Months of My PhD Life: You Almost There!

“Jangan kau kira cinta datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun. Cinta adalah anak kecocokan jiwa. Dan jika itu tidak ada, cinta tidak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun, bahkan milenia…” (Kahlil Gibran)

Aih aiiih… tetiba ngomongin cinta. Hihi… Assalamu’alaykum semua, kembali lagi dengan emak yang masih sekolah ini. Udah lama banget nih skip nulis blog (maapkeun). Tapi koq, postingan kali ini dibuka dengan kalimat romantis begitu? Hoho… akan dijelaskan di bagian akhir yaa..

Kalau lihat kalender, kadang saya masih suka merasa tidak percaya, bahwa perjalanan PhD saya sudah sampai sini. Iya, sini. Sudah hampir 3 tahun dengan nano-nano asam manis perjalanannya. Saya skip hampir satu tahun nih mencatat apa-apa saja yang sudah saya lalui di tahun ketiga ini. Rasanya? Alhamdulillaah, luar biasa, Allahu akbar!! ^_^

Bisa dibilang PhD saya memang tidak mulus jalannya, dikarenakan pihak dari Guernsey tidak juga memberi kabar (kalau masih ingat, curhatan saya ada disini tentang ini), jadilah saya kehilangan 2-3 chapter thesis ya. Iya, itu artinya saya harus memikirkan 2 chapter pengganti. Hal itu pula yang membuat studi saya mundur sedikit dari rencana (saya). Qadarullah… saya yakin bahwa itu adalah yang terbaik, bukankah rencana-Nya selalu lebih baik dari rencana awal kita? Akhirnya 2 Continue reading “35 Months of My PhD Life: You Almost There!”

Blog at WordPress.com.

Up ↑