Search

Dewi Nur Aisyah

Sejernih cita, Sebening asa, Merajut cerita

Category

Travelling

Napak Tilas Andalusia: Memahami Sejarah Islam di Eropa

“For nearly eight centuries, under the Mohamedan rule, Spain set all Europe a shining example of a civilized and enlightened state. Her fertile provinces rendered doubly prolific, by the industrious engineering skill of the conquerors bore fruit a hundredfold, cities innumerable sprang up in the rich valleys in the Guadalquivir and the Guadiana whose names, and names only commemorate the vanished glories of their past.” (Stanly Lane-Poole)

Tercatatlah dalam sejarah sebuah pertempuran yang luar biasa. 12.000 pasukan muslim melawan 100.000 pasukan Raja Roderick. Hingga Allah berikan kemenangan pada pasukan ini di hari kedelapan perang di bawah jenderal perangnya yang mulia, Thariq bin Ziyad, seorang yang lahir dari kabilah Barbar di daerah Maroko. Setelah Musa bin Nushair membuka jalan pasukan Islam ke Eropa, Thariq bin Ziyad menyempurnakannya dengan menaklukkan Andalusia. Atas perintah al-Walid bin Abdul Malik (khalifah Bani Umayyah), Thariq membawa pasukan Islam menyeberangi selat Gibraltar menuju daratan Eropa.

Sejarah pun mencatat, akan perilaku pemerintahan umat muslim yang begitu bijaksana. Tidak ada pemaksaan agama dalam wilayah yang ditaklukkannya, namun membebaskan wilayah tersebut dari kezaliman penguasanya sebelumnya. Maka Continue reading “Napak Tilas Andalusia: Memahami Sejarah Islam di Eropa”

Paris, Copet dan Husnudzan

“Sometimes you have to experience the bad, so that you can learn to appreciate the good things that enter your live.” (Leon Brown)

Perjalanan ke Paris kemarin menyisakan beberapa pengalaman kurang “manis” untuk kami. Dimulai dari tragedi “palak” ala-ala Perancis (eh, ini mah istilah saya sendiri), sampai dengan kejadian “kecopetan” yang hampir aja terjadi. Eh eh, gimana ceritanya?

Di hari pertama kami menginjakkan kaki di Paris, kami agak kurang nyaman dengan alat transportasi metronya, yang menurut kami, kurang bersahabat untuk ibu-ibu membawa stroller/buggy maupun untuk disable. Banyak saya temui stasiun metro yang tidak menyediakan lift maupun eskalator, jadilah kami harus gotong-gotong stroller setiap ingin naik metro. Tapi ini bukan the real problemnya.

Kejadian kurang menyenangkan pertama adalah saat kami menginjakkan kaki di Montmarte Sacre Cour, sebuah monument yang terletak di bukit bagian utara kota Paris. Disana berdiri sebuah basilika yang dibangun untuk menghormati prajurit Perancis yang gugur pada perang Perancis Rusia. Saya memang sudah mengetahui rumornya, bahwa disana ramai orang-orang kulit hitam yang akan menawarkan kita untuk diikatkan tali di pergelangan tangan, Continue reading “Paris, Copet dan Husnudzan”

Belajar dan Mengambil Hikmah dari Copenhagen, Denmark

“All travel has deeper meaning through its journey. If the travelers visits better countries, they may learn to improve his own. And if fortune carries them to worse, they may learn to be grateful”

Saya coba cicil ya catatan perjalanan kemarin, karena ternyata beberapa teman sudah ada yang menanyakan tips berkunjung ke Copenhagen karena ingin kesana dalam waktu dekat ini. Ehem ehem, sebenarnya Copenhagen bukan kota dalam list tujuan saya. Beneran deh bukan, bahkan saya ga pernah kepikiran akan menginjakkan kaki kesana. Travelling saya pertengahan Agutus kemarin murni disebabkan satu alasan: Biar saya ga perlu membuat visa schengen dari VFS Perancis. Hehe, aneh ya? Jadi gini, qadarullah abstrak penelitian saya diterima dan rencananya akan dipresentasikan pada sebuah conference di Paris akhir September nanti, maka mau ga mau saya harus siap-siap membuat visa Schengen (catatan: Visa UK sama visa Schengen beda ya). Naah, karena Perancis agak-agak gimana gitu dengan “Islamophobia”-nya, saya prefer ga daftar kesana karena khawatir ditolak (maaf kalau alasannya agak absurd 😀 ). Pssst… Eh ternyata benar lho dari rumor mahasiswa muslimah di London kalau ternyata mau daftar visa di Perancis agak “nyebelin” pas bagian fotonya (untuk muslimah ya maksudnya). Continue reading “Belajar dan Mengambil Hikmah dari Copenhagen, Denmark”

Blog at WordPress.com.

Up ↑