Search

Dewi Nur Aisyah

Sejernih cita, Sebening asa, Merajut cerita

Antara Kecewa dan Iman Kita

“The moment we understand that Allah’s decision is always in our best interest, everything will start to make sense”

Catatan ini merupakan hasil kontemplasi saya sore ini (hayeuh gaya yak pake berkontemplasi segala 😀 ). Berawal dari sharing kisah pergi umroh yang seolah “Allah tak izinkan”, hingga beberapa hari kemudian Allah mudahkan si adik berangkat ke tanah haram. Sama persis dengan kisah ibu saya, saat Allah mudahkan keberangkatan ayah, mama dan papa mertua saya, namun visa ibu saya tidak keluar hari Sabtu sesuai dengan jadwal keberangkatan. Lemas ia mendapat kabar bahwa belum bisa berangkat, padahal saat itu sudah siap sedia di bandara. Tentu pedih yang memenuhi hatinya saat harus melangkah pulang ke rumah, sedangkan suami dan besan-nya dapat berangkat bersama. Banyak hal berkecamuk dalam pikirannya, mulai dari beliau yang tidak bisa berangkat tahun ini, kalau pun berangkat sendirian tentu akan bingung karena tidak ada teman, apakah nanti akan nyasar, dan lain sebagainya.

Tapi tentu takdir Allah adalah sebaik-baik rencana, Allah izinkan ibu saya pergi umroh hari Senin, 3 hari setelahnya. Meskipun pada akhirnya tidak ada teman yang dikenalnya, tapi justru beliau dapat beribadah dengan lebih khusyuk, sampai-sampai tak saya temui foto perjalanannya di tanah suci, hanya sebuah foto saat ibunda berada di dalam bus Continue reading “Antara Kecewa dan Iman Kita”

Menjadi Dirimu: Kenapa Harus Malu?

“Be confident. Too many days are wasted comparing ourselves to others and wishing to be something we aren’t. Everybody has their own strengths and weaknesses, and it is only when you accept everything you are -and aren’t- that you will truly succeed.” (anonymous)

Tanggal 15 Februari kemarin merupakan hari pertama APASL (Asian Pacific Association for the Study of the Liver) Annual Meeting di Shanghai. Sebuah event besar yang menghadirkan ahli-ahli hepatologi se-Asia Pasifik. Alhamdulillaah… saya menjadi salah satu yang terpilih untuk mendapatkan award pada konferensi besar ini di antara lebih dari 3000 aplikasi yang masuk. Pagi itu, di tengah suhu 10 derajat celcius, kami dijemput dari hotel menuju Shanghai International Convention Center.

menjadi-dirimu7
Poster Presentation at APASL-AASLD Joint Workshop

Memang ya, atmosfer pertemuan Asia tetap terasa berbeda dengan Eropa. Meskipun saya tetap menjadi salah satu dari tiga muslimah yang berhijab disini. Dua yang lain berasal dari Mesir, dan usianya sepertinya sudah di atas 40 tahun. Ya, lagi-lagi saya tidak Continue reading “Menjadi Dirimu: Kenapa Harus Malu?”

Merawat Cinta Berbuah Surga – Agar Pencarian Jodohmu Semakin Bermakna

“I don’t need a ring. I need his deen. I’d prefer him taking me to Jannah and make me his queen” (anonymous quote)

Berhubung ada beberapa pertanyaan numpuk tentang masalah ini, yuk ah kita bahas bareng melalui postingan ini. Mau ngomongin apa sih? Ituuuu… masalah jodooh! Aih aiiih… pagi-pagi udah ngomongin jodoh. Ihiy!

Oke, kita mulai dengan pertanyaan pertama. “Mba, dulu sama suami melalui jalur ta’aruf atau bagaimanakah?

Widiiih… pertanyaan pertama aja udah berat banget tuh, hehe… Kasih tahu ga yaaa…Hihi 😀 Jadi gini, meskipun kami satu kampus, saya tidak begitu kenal suami saya semasa saya kuliah. Komunikasi kami pertama kali terjadi di semester 8 (saya sudah lulus dan suami masih mengerjakan skripsi S1-nya) dikarenakan suami berencana sekolah ke UK dan direkomendasikan oleh temannya untuk menghubungi saya (kalau ga salah karena saya mau sekolah ke UK juga). Saat itu, tahu muka suami kaya gimana? Ga! Megang amanah apa aja di kampus? Ga! Orangnya kaya gimana? Ga tahu! Murni chating kami di YM (jadul beut ya masih pake yahoo messenger 😀 ) hanya tentang sekolah di UK. Baru pertama kali melihat penampakannya aja saat ada pernikahan teman saya yang Continue reading “Merawat Cinta Berbuah Surga – Agar Pencarian Jodohmu Semakin Bermakna”

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑