Search

Dewi Nur Aisyah

Sejernih cita, Sebening asa, Merajut cerita

Tag

epidemiologi

Wabah Difteri vs Vaksin: Karena Kesehatan Adalah Hak Mereka

“Being a parent is not about what you think best for yourself. It’s about doing what is best for your child”

Saat ini di tanah air sedang ramai berita tentang Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri di banyak provinsi di Indonesia. Sedikit coretan ini akan membahas mengenai difteri, tentunya dari kaca mata epidemiologi. Difteri pernah menjadi penyebab utama penyakit dan kematian tertinggi pada anak-anak. Pada tahun 1921, terdapat 206.000 kasus difteri di Amerika Serikat dan mengakibatkan 15.520 kematian. Difteria juga merupakan penyebab utama kematian ketiga pada anak-anak di Inggris dan Wales pada tahun 1930-an. Sejak diperkenalkannya imunisasi yang efektif pada tahun 1920, angka kejadian difteri telah menurun secara drastis di Amerika Serikat dan negara-negara lain yang mencanangkan program imunisasi secara luas di wilayahnya.

Difteri blog 2
Chart kasus difteri di Amerika Serikat dan poster pencegahan difteri pada tahun 1900

Kapankah pertama kali ditemukan kasus difteri?

Difteri pertama kali digambarkan oleh Continue reading “Wabah Difteri vs Vaksin: Karena Kesehatan Adalah Hak Mereka”

Advertisements

Vaksin atau Tidak: Menakar Manfaat dan Resiko

“If anyone travels on a road in search of knowledge, Allah will cause him to travel on one of the roads of Paradise” (Prophet Muhammad SAW)

Mba, anaknya divaksin atau tidak?
Mba, saya dengar vaksin terbuat dari bahan yang haram, apakah benar?
Mba, kalau anak saya mengalami kipi (kejadian ikutan pasca imunisasi) bagaimana?

Iya, itulah beberapa contoh pertanyaan yang masuk ke inbox saya. Saya yakin sekali setiap ibu pasti memiliki concern yang sama. Saya juga pernah berjanji untuk menuliskan hal ini, maka insya Allah pada postingan blog kali ini, saya akan memenuhi janji untuk membahas vaksin dari sisi epidemiologi. Iya, karena itulah bidang keilmuan yang saya tekuni. Yang belum paham epidemiologi itu apa, bisa dibaca disini. Saya tidak akan membahasnya dari sisi kedokteran atau imunologi, tapi lebih kepada ilmu epidemiologi, dan yang lebih spesifik, belajar dari ilmu infectious disease modelling (bagian dari ilmu epid yang saya pelajari). Saya merasa memiliki kewajiban untuk berbagi, semoga dengan sedikit ulasan ini, dapat bermanfaat bagi orang tua maupun calon orang tua.

  1. Najwa (putri saya) divaksin atau tidak?

Iya, putri saya diimunisasi lengkap. Saya berikan alasan saya di bawah ini insya Allah.

Continue reading “Vaksin atau Tidak: Menakar Manfaat dan Resiko”

My Love Story with… Epidemiology!

“The work of epidemiology is related to unanswered questions, but also to unquestioned answers.” (Patricia Buffler)

Banyak orang bertanya apa itu epidemiologi kepada saya. Kebanyakan bingung ketika saya menjawab kalau saya mengambil kuliah jurusan epidemiologi. Ada yang menebak apakah berhubungan dengan epidermis? Kulit manusia? Tumbuh-tumbuhan? Atau penyakit epidemik? Setidaknya tebakan terakhir lebih mendekati kebenaran. Secara singkat, epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari bagaimana suatu penyakit dapat muncul di masyarakat, pada kelompok tertentu, dan mengapa hal itu dapat terjadi. Informasi epidemiologi inilah yang kemudian akan membantu para pemangku kebijakan dalam hal pengendalian penyakit dan perencanaan kesehatan.

Epidemiologi merupakan ilmu dasar kesehatan masyarakat, proses penyelesaian masalah, serta kunci dari pelayanan kesehatan dan pencegahan penyakit. Epidemiologi mampu memaparkan asal mula penyakit, bagaimana penyakit dapat menyebar di masyarakat, seberapa besar kejadian penyakit pada spesifik populasi, faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kejadian penyakit dan wabah, serta bagaimana cara mengendalikan penyakit tersebut. Secara sederhana, epidemiologi merupakan kunci penting untuk memahami penyebaran penyakit serta menciptakan kesehatan pada masyarakat luas.

Continue reading “My Love Story with… Epidemiology!”

Blog at WordPress.com.

Up ↑