Search

Dewi Nur Aisyah

Sejernih cita, Sebening asa, Merajut cerita

Tag

hikmah

35 Months of My PhD Life: You Almost There!

“Jangan kau kira cinta datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun. Cinta adalah anak kecocokan jiwa. Dan jika itu tidak ada, cinta tidak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun, bahkan milenia…” (Kahlil Gibran)

Aih aiiih… tetiba ngomongin cinta. Hihi… Assalamu’alaykum semua, kembali lagi dengan emak yang masih sekolah ini. Udah lama banget nih skip nulis blog (maapkeun). Tapi koq, postingan kali ini dibuka dengan kalimat romantis begitu? Hoho… akan dijelaskan di bagian akhir yaa..

Kalau lihat kalender, kadang saya masih suka merasa tidak percaya, bahwa perjalanan PhD saya sudah sampai sini. Iya, sini. Sudah hampir 3 tahun dengan nano-nano asam manis perjalanannya. Saya skip hampir satu tahun nih mencatat apa-apa saja yang sudah saya lalui di tahun ketiga ini. Rasanya? Alhamdulillaah, luar biasa, Allahu akbar!! ^_^

Bisa dibilang PhD saya memang tidak mulus jalannya, dikarenakan pihak dari Guernsey tidak juga memberi kabar (kalau masih ingat, curhatan saya ada disini tentang ini), jadilah saya kehilangan 2-3 chapter thesis ya. Iya, itu artinya saya harus memikirkan 2 chapter pengganti. Hal itu pula yang membuat studi saya mundur sedikit dari rencana (saya). Qadarullah… saya yakin bahwa itu adalah yang terbaik, bukankah rencana-Nya selalu lebih baik dari rencana awal kita? Akhirnya 2 Continue reading “35 Months of My PhD Life: You Almost There!”

Advertisements

Indonesia dan Budaya Membaca: Mari Belajar dari Negara Skandinavia

“The more you read, the more you know. The more that you learn, the more places you’ll go” (Dr. Seuss)

Pada sebuah PhD forum, mahasiswa PhD di Farr Institute berkumpul dan ngobrol-ngobrol (kongkow-kongkow kalau bahasa kita mah :D)

Maxine: Have you read the latest article mentioned about social media helps you to boost your research?
Victoria: Oh yeah, I saw it on twitter!

Lalu obrolan kami pun berlanjut membahas efektivitas sosial media untuk mempublikasikan hasil penelitian, hingga potensi blog, twitter, instagram, etc untuk menyebarkan hasil studi atau kajian. Lalu obrolan kami pun berlanjut ke topik yg lain,

Jane: I read a book about an astronaut’s life on space. It’s very interesting!
Me: What’s the title of the book?
Catherine: Oh yeah, I think I have already read it. Is it An Astronaut’s Diary by Jeffrey A. Hoffman? He mentioned about his experiences chosen to go on space and how it was going…

Obrolan di PhD forum memang cukup random, tapi serandom-random nya masih berkutat kepada hasil penelitian, buku yang menarik, atau update terbaru tentang Inggris. Continue reading “Indonesia dan Budaya Membaca: Mari Belajar dari Negara Skandinavia”

Saat Doa Mereka Mampu Mengetuk Pintu Langit-Nya…

“There’s nothing that can outweigh a mother’s du’a” (anonymous)

“Mba, keluarganya semuanya berpendidikan tinggi ya? Koq mba sampai bisa S3 gitu? Bahkan di 10 besar universitas ternama di dunia.”, tanya seorang muslimah dari ujung Indonesia sana. Ada sebersit ragu dalam tanyanya.

“Alhamdulillaah tidak. Bisa dibilang, sayalah orang pertama di keluarga saya yang menempuh sarjana. Dan saya jugalah orang pertama di keluarga besar saya yang kuliah hingga menjejak S3.”

Lho koq bisa?

Saya selalu meyakini bahwa doa orang tua, utamanya ibu kita begitu besar kekuatannya. Segala doa yang terucap dari lisannya mampu mengetuk pintu langit melewati batas cakrawala. Lirih ucapnya, mampu menghadirkan barokah dalam setiap keping peristiwa. Deru tangisnya, mampu menggetarkan Arasy Allah pada tingginya singgasana. Maka saya akan berbagi kisah mengenai ibu saya, tentang sosok wanita sederhana yang menggenggam kuatnya cita.

Ibu saya adalah sosok sederhana yang memiliki cita-cita yang kuat. Keterbatasan pengetahuannya tidak menyempitkan harapnya agar anaknya dapat terus lanjut bersekolah. Continue reading “Saat Doa Mereka Mampu Mengetuk Pintu Langit-Nya…”

Blog at WordPress.com.

Up ↑