Search

Dewi Nur Aisyah

Sejernih cita, Sebening asa, Merajut cerita

Tag

hikmah

Indonesia dan Budaya Membaca: Mari Belajar dari Negara Skandinavia

“The more you read, the more you know. The more that you learn, the more places you’ll go” (Dr. Seuss)

Pada sebuah PhD forum, mahasiswa PhD di Farr Institute berkumpul dan ngobrol-ngobrol (kongkow-kongkow kalau bahasa kita mah :D)

Maxine: Have you read the latest article mentioned about social media helps you to boost your research?
Victoria: Oh yeah, I saw it on twitter!

Lalu obrolan kami pun berlanjut membahas efektivitas sosial media untuk mempublikasikan hasil penelitian, hingga potensi blog, twitter, instagram, etc untuk menyebarkan hasil studi atau kajian. Lalu obrolan kami pun berlanjut ke topik yg lain,

Jane: I read a book about an astronaut’s life on space. It’s very interesting!
Me: What’s the title of the book?
Catherine: Oh yeah, I think I have already read it. Is it An Astronaut’s Diary by Jeffrey A. Hoffman? He mentioned about his experiences chosen to go on space and how it was going…

Obrolan di PhD forum memang cukup random, tapi serandom-random nya masih berkutat kepada hasil penelitian, buku yang menarik, atau update terbaru tentang Inggris. Continue reading “Indonesia dan Budaya Membaca: Mari Belajar dari Negara Skandinavia”

Advertisements

Saat Doa Mereka Mampu Mengetuk Pintu Langit-Nya…

“There’s nothing that can outweigh a mother’s du’a” (anonymous)

“Mba, keluarganya semuanya berpendidikan tinggi ya? Koq mba sampai bisa S3 gitu? Bahkan di 10 besar universitas ternama di dunia.”, tanya seorang muslimah dari ujung Indonesia sana. Ada sebersit ragu dalam tanyanya.

“Alhamdulillaah tidak. Bisa dibilang, sayalah orang pertama di keluarga saya yang menempuh sarjana. Dan saya jugalah orang pertama di keluarga besar saya yang kuliah hingga menjejak S3.”

Lho koq bisa?

Saya selalu meyakini bahwa doa orang tua, utamanya ibu kita begitu besar kekuatannya. Segala doa yang terucap dari lisannya mampu mengetuk pintu langit melewati batas cakrawala. Lirih ucapnya, mampu menghadirkan barokah dalam setiap keping peristiwa. Deru tangisnya, mampu menggetarkan Arasy Allah pada tingginya singgasana. Maka saya akan berbagi kisah mengenai ibu saya, tentang sosok wanita sederhana yang menggenggam kuatnya cita.

Ibu saya adalah sosok sederhana yang memiliki cita-cita yang kuat. Keterbatasan pengetahuannya tidak menyempitkan harapnya agar anaknya dapat terus lanjut bersekolah. Continue reading “Saat Doa Mereka Mampu Mengetuk Pintu Langit-Nya…”

Segenggam Hikmah dari KIBAR Spring Gathering 2015, Birmingham – UK

Mencoba menuliskan kisah hikmah di tengah padatnya mengejar ketertinggalan deadline. Mencoba merangkum peristiwa, menuliskannya dengan tinta, agar kelak pembelajaran dapat dipetik disana, agar setiap kisah tak tergerus oleh lupa dan masa.

Pekan kemarin termasuk pekan yang sangat padat sebenarnya, di tengah mengejar deadline pencapaian studi, menyambut tamu, membantu liputan NET TV, menyiapkan program tarbiyah anak UK, serta membantu persiapan kegiatan KIBAR Spring Gathering 2015. Kembali berkecimpung dalam kegiatan KIBAR, dan kembali lagi diamanahkan untuk bermain bersama anak-anak usia 6-9 tahun. Bukan tentang itu yang ingin aku bagi, tapi perasaan haru dan syukur yang mengalir dalam diri.

Continue reading “Segenggam Hikmah dari KIBAR Spring Gathering 2015, Birmingham – UK”

Blog at WordPress.com.

Up ↑