Search

Dewi Nur Aisyah

Sejernih cita, Sebening asa, Merajut cerita

Tag

lifeinlondon

35 Months of My PhD Life: You Almost There!

“Jangan kau kira cinta datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun. Cinta adalah anak kecocokan jiwa. Dan jika itu tidak ada, cinta tidak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun, bahkan milenia…” (Kahlil Gibran)

Aih aiiih… tetiba ngomongin cinta. Hihi… Assalamu’alaykum semua, kembali lagi dengan emak yang masih sekolah ini. Udah lama banget nih skip nulis blog (maapkeun). Tapi koq, postingan kali ini dibuka dengan kalimat romantis begitu? Hoho… akan dijelaskan di bagian akhir yaa..

Kalau lihat kalender, kadang saya masih suka merasa tidak percaya, bahwa perjalanan PhD saya sudah sampai sini. Iya, sini. Sudah hampir 3 tahun dengan nano-nano asam manis perjalanannya. Saya skip hampir satu tahun nih mencatat apa-apa saja yang sudah saya lalui di tahun ketiga ini. Rasanya? Alhamdulillaah, luar biasa, Allahu akbar!! ^_^

Bisa dibilang PhD saya memang tidak mulus jalannya, dikarenakan pihak dari Guernsey tidak juga memberi kabar (kalau masih ingat, curhatan saya ada disini tentang ini), jadilah saya kehilangan 2-3 chapter thesis ya. Iya, itu artinya saya harus memikirkan 2 chapter pengganti. Hal itu pula yang membuat studi saya mundur sedikit dari rencana (saya). Qadarullah… saya yakin bahwa itu adalah yang terbaik, bukankah rencana-Nya selalu lebih baik dari rencana awal kita? Akhirnya 2 Continue reading “35 Months of My PhD Life: You Almost There!”

Advertisements

Mitos Seputar Bayi Baru Lahir: Catatan Melahirkan di Inggris

“A new baby is like the beginning of all things – wonder, hope, a dream of possibilities” (Eda J. LeShan)

Sudah lamaaa sekali saya mau nulis ini, mungkin draftnya udah ada di kepala sejak dua tahun yang lalu, namun baru bisa terealisasi saat ini. Saya masih ingat betul bulan Januari tahun 2013 lalu, saat putihnya salju menghiasi jalan-jalan di London yang berliku. Saat dimana Allah juga izinkan saya dan suami menjadi seorang ayah dan ibu.

Si kecil lahir di Queen Elizabeth Hospital, setelah 41 minggu + 6 hari berada dalam kandungan. Saat itu, hanya kami berdua disana, pasangan muda yang akan menjalani masa-masa mendebarkan ini tanpa keluarga. Rasanya momen melahirkan adalah salah satu momen paling sakral setelah pernikahan. Bagaimana tidak? Seorang ibu sudah siap mengorbankan jiwa dan raga demi melihat bayi mungil itu terlahir di dunia. Sang ayah sudah harap-harap cemas terus berdoa kepada Sang Maha Kuasa, demi keselamatan istri dan anaknya.

Eh eh, bukan itu sih yang mau saya ceritakan, 2 paragraf di atas hanya intro. Saya mau menceritakan pengalaman saya setelahnya. Setelah melalui masa-masa H2C (harap-harap cemas) itu berdua saja. Saya akan menjawab beberapa mitos seputar bayi yang baru lahir, yang mungkin sudah turun temurun dilakukan di Indonesia. Continue reading “Mitos Seputar Bayi Baru Lahir: Catatan Melahirkan di Inggris”

Blog at WordPress.com.

Up ↑