Search

Dewi Nur Aisyah

Sejernih cita, Sebening asa, Merajut cerita

Rezeki itu Bukan Sendal Jepit: Ia Tidak Akan Tertukar atau Salah Orang :)

“Whatever you cross, whatever your pain. There will be sunshine after the rain. Perhaps you may stumble, perhaps even fall. But just Believe, Allah is always ready to answer your call…” 

Pernah ga sih merasa, kenapa ya Allah belum juga menjawab doa-doa saya? Atau kenapa ya Allah tunda mimpi saya, baru terwujud sekian tahun kemudian. Atau mungkin, malah Allah ganti dengan hal lain di luar rencana kita. Dan kalau boleh jujur, ternyata yang Allah beri lebih baik dari apa yang direncanakan sebelumnya. Atau, kalaupun saat ini kita belum merasakan manfaatnya, suatu saat nanti kita bisa tersenyum meresapi makna akan setiap takdir-Nya.

Eh, ini saya mau ngomongin apa sih? Sebenarnya ini hanyalah sebuah catatan refleksi. Akan bagian dari perjalanan kami. Dan tentunya, saya rasa setiap orang pasti pernah mengalami. Intinya adalah, hidup ini selalu berjalan sesuai dengan alur iradat (kehendak)-Nya. Semua yang terjadi dalam hidup kita, sudah ada yang mengatur, dengan alur skenario terbaik tentunya. Karena hanya Ia yang paling mengetahui yang terbaik untuk hamba-Nya. Manusia boleh berharap, berdoa seikhlas asa, tapi Allah jualah yang mengatur jalannya. Continue reading “Rezeki itu Bukan Sendal Jepit: Ia Tidak Akan Tertukar atau Salah Orang :)”

Belajar dan Mengambil Hikmah dari Copenhagen, Denmark

“All travel has deeper meaning through its journey. If the travelers visits better countries, they may learn to improve his own. And if fortune carries them to worse, they may learn to be grateful”

Saya coba cicil ya catatan perjalanan kemarin, karena ternyata beberapa teman sudah ada yang menanyakan tips berkunjung ke Copenhagen karena ingin kesana dalam waktu dekat ini. Ehem ehem, sebenarnya Copenhagen bukan kota dalam list tujuan saya. Beneran deh bukan, bahkan saya ga pernah kepikiran akan menginjakkan kaki kesana. Travelling saya pertengahan Agutus kemarin murni disebabkan satu alasan: Biar saya ga perlu membuat visa schengen dari VFS Perancis. Hehe, aneh ya? Jadi gini, qadarullah abstrak penelitian saya diterima dan rencananya akan dipresentasikan pada sebuah conference di Paris akhir September nanti, maka mau ga mau saya harus siap-siap membuat visa Schengen (catatan: Visa UK sama visa Schengen beda ya). Naah, karena Perancis agak-agak gimana gitu dengan “Islamophobia”-nya, saya prefer ga daftar kesana karena khawatir ditolak (maaf kalau alasannya agak absurd😀 ). Pssst… Eh ternyata benar lho dari rumor mahasiswa muslimah di London kalau ternyata mau daftar visa di Perancis agak “nyebelin” pas bagian fotonya (untuk muslimah ya maksudnya). Continue reading “Belajar dan Mengambil Hikmah dari Copenhagen, Denmark”

Mudik 2016: Exploring the Beauty of Yorkshire

“The best things in life are people we love, the places we’ve been, and the memories we’ve made along the way” (anonymous)

Postingan kali ini ringan-ringan aja ya, cuma mengabadikan pengalaman kami berkunjung ke wilayah utara England, di sebuah daerah cantik bernama Yorkshire. Bisa dibilang ini adalah “mudik” kami di tahun 2016. Diberi tanda petik karena kita ga bisa beneran mudik ke Indonesia, pulang kampung ke tanah air, jadilah tujuan utama mudik spesial ini mencari nuansa pedesaan di UK. *Ini mah sebenarnya gara-gara baper lihat foto-foto mudik di timeline pasca lebaran kemarin😀 Oke, jadi visi mudik kita kali ini adalah: keluar dari hiruk pikuk kota besar dan menghirup udara segar di countryside (hayeuh gaya😀 )

Jadilah pilihan kami jatuh kepada wilayah Yorkshire, yang katanya cantik dan menawan. Yorkshire adalah county terbesar di Inggris, dengan populasi yang hampir sama dengan Skotlandia dan luas wilayahnya yang setengah dari ukuran Belgia. Apa itu county? Saya mencoba mencari definisi terbaiknya, yaitu sub-unit dari pemerintahan daerah yang memiliki yurisdiksi sendiri. Continue reading “Mudik 2016: Exploring the Beauty of Yorkshire”

Blog at WordPress.com.

Up ↑