Search

Dewi Nur Aisyah

Sejernih cita, Sebening asa, Merajut cerita

Menjadi Dirimu: Kenapa Harus Malu?

“Be confident. Too many days are wasted comparing ourselves to others and wishing to be something we aren’t. Everybody has their own strengths and weaknesses, and it is only when you accept everything you are -and aren’t- that you will truly succeed.” (anonymous)

Tanggal 15 Februari kemarin merupakan hari pertama APASL (Asian Pacific Association for the Study of the Liver) Annual Meeting di Shanghai. Sebuah event besar yang menghadirkan ahli-ahli hepatologi se-Asia Pasifik. Alhamdulillaah… saya menjadi salah satu yang terpilih untuk mendapatkan award pada konferensi besar ini di antara lebih dari 3000 aplikasi yang masuk. Pagi itu, di tengah suhu 10 derajat celcius, kami dijemput dari hotel menuju Shanghai International Convention Center.

menjadi-dirimu7
Poster Presentation at APASL-AASLD Joint Workshop

Memang ya, atmosfer pertemuan Asia tetap terasa berbeda dengan Eropa. Meskipun saya tetap menjadi salah satu dari tiga muslimah yang berhijab disini. Dua yang lain berasal dari Mesir, dan usianya sepertinya sudah di atas 40 tahun. Ya, lagi-lagi saya tidak Continue reading “Menjadi Dirimu: Kenapa Harus Malu?”

Merawat Cinta Berbuah Surga – Agar Pencarian Jodohmu Semakin Bermakna

“I don’t need a ring. I need his deen. I’d prefer him taking me to Jannah and make me his queen” (anonymous quote)

Berhubung ada beberapa pertanyaan numpuk tentang masalah ini, yuk ah kita bahas bareng melalui postingan ini. Mau ngomongin apa sih? Ituuuu… masalah jodooh! Aih aiiih… pagi-pagi udah ngomongin jodoh. Ihiy!

Oke, kita mulai dengan pertanyaan pertama. “Mba, dulu sama suami melalui jalur ta’aruf atau bagaimanakah?

Widiiih… pertanyaan pertama aja udah berat banget tuh, hehe… Kasih tahu ga yaaa…Hihi 😀 Jadi gini, meskipun kami satu kampus, saya tidak begitu kenal suami saya semasa saya kuliah. Komunikasi kami pertama kali terjadi di semester 8 (saya sudah lulus dan suami masih mengerjakan skripsi S1-nya) dikarenakan suami berencana sekolah ke UK dan direkomendasikan oleh temannya untuk menghubungi saya (kalau ga salah karena saya mau sekolah ke UK juga). Saat itu, tahu muka suami kaya gimana? Ga! Megang amanah apa aja di kampus? Ga! Orangnya kaya gimana? Ga tahu! Murni chating kami di YM (jadul beut ya masih pake yahoo messenger 😀 ) hanya tentang sekolah di UK. Baru pertama kali melihat penampakannya aja saat ada pernikahan teman saya yang Continue reading “Merawat Cinta Berbuah Surga – Agar Pencarian Jodohmu Semakin Bermakna”

She is My BFF (Best Friend Forever)!

Empat tahun lalu…
Bayi merah itu lahir pada usia kehamilan 41 minggu 6 hari. Yang saat masa tumbuh kembang janinnya sudah diajak bergadang mengerjakan thesis sang bunda. Yang saat usia janin 25 minggu menemani sang bunda sidang disertasi memperjuangkan gelar S2-nya…

Empat tahun lalu…
Takdir Allah mengiring bayi mungil itu lahir di negeri Ratu Elizabeth, di tengah turunnya salju, di tengah suhu yang hanya beberapa derajat celcius. Qadarullaah… pun hanya ayah bundanya saja yang ada di sisinya saat ia pertama kali menatap dunia… Bisa jadi, inilah perjuangan pertama baginya…

Tiga tahun lalu…
Saat pekerjaan sang bunda menuntutnya untuk berpergian ke berbagai kota hingga negara, dan si kecil terus mengiringinya kemanapun juga. Berpergian dengan pesawat, kereta, hingga kapal telah kami rasakan bersama. Hanya demi satu asa, memiliki ikatan batin yang membersamai masa, turut merasakan penat lelah perjuangan sang bunda, agar kelak si kecil bisa belajar darinya…

Dua tahun lalu…
Si kecil dibawa kembali ke tanah kelahirannya. Menemani studi sang bunda, merelakan sebagian waktu bersamanya Continue reading “She is My BFF (Best Friend Forever)!”

Blog at WordPress.com.

Up ↑