Search

Dewi Nur Aisyah

Sejernih cita, Sebening asa, Merajut cerita

Kenapa Harus Pusing dengan Corona?

“A bigger outbreak is certain. Conservatively, this outbreak could be 10 times bigger than the SARS epidemic because that virus was transmitted by only a few ‘super spreaders’ in a more defined part of the country. I’ve seen it all: bird flu, SARS, influenza A, swine fever and the rest. But the Wuhan pneumonia makes me feel extremely powerless. Most of the past epidemics were controllable, but this time, I’m petrified.” (Dr. Neil Ferguson)

Well… bisa dibilang saat ini Indonesia sedang menghadapi masa-masa genting. Ada musuh yang tidak terlihat dan belum terlalu kita kenali kemampuannya. Yang jelas, virus ini sudah menyebabkan 8,811 kematian dan menginfeksi 218,827 orang di 152 negara di seluruh dunia (per 19 Maret 2020 pukul 16.00 WIB). Dan pastinya, masih banyak orang yang sebenarnya sudah terinfeksi namun tidak tercatat/terdeteksi.

Saya sengaja membuka tulisan ini dengan kalimat yang ingin meningkatkan kesadaran, bahwa pandemi ini bukan hal yang ringan. Wabah Covid19 yang sudah ditetapkan sebagai kegawatdaruratan bencana nasional bukanlah hal yang bisa disepelekan. Oke, saya akan coba membahas corona virus atau yang disebut dgn Covid19 ini dengan Bahasa yang ringan.

Apa sih sebenarnya virus Corona itu?

Sebenarnya virus corona sudah ditemukan sejak tahun 1960. 10%-30% virus dari jenis Continue reading “Kenapa Harus Pusing dengan Corona?”

Menjawab Polemik Vaksin MR

“Ilmu adalah pemimpin amal, dan amal adalah pengikut ilmu”
(Dari kitab al-Amru bil Ma’ruf wan nahyu anil munkar karya Ibnu Taimiyyah halaman 15).

Saat ini di Indonesia sedang ramai dibahas polemik vaksin MR. Banyak sekali yang sudah japri saya menanyakan pendapat saya perihal hal ini. Saya mohon maaf belum bisa membalas satu-satu. Dikarenakan situasi dan kondisi, saya belum bisa menuliskan pembahasan ini dari kacamata pribadi, walaupun sebenarnya pandangan saya sebagai seorang epidemiologist sama dengan yang sudah saya sampaikan pada postingan blog sebelumnya yang ini dan ini.

Maka pada postingan kali ini, saya akan share tulisan seorang kawan di Inggris, Mba Mila Anasanti yang sudah berbaik hati menuliskan panjang lebar dan membahas perihal vaksin MR baik dari sisi ilmiah maupun kafaah keagamaan yang baik (karena polemik MR ini lebih kepada titik kesimpangsiuran perihal halal dan haram, sedangkan perlu pemahaman fiqih yang baik untuk menjawab hal ini). Jadi di postingan blog kali ini, saya rangkumkan dan susun tulisan mba Mila di FB agar bisa dibaca oleh lebih banyak orang. Btw, mba Mila ini adalah PhD student di bidang Clinical Medicine di Imperial College London. Jazaakillaah ahsanul jaza atas effortnya untuk membahas perihal ini dengan panjang lebar. Silahkan diresapi dan semoga bermanfaat.
Continue reading “Menjawab Polemik Vaksin MR”

Berhaji dari Inggris: Sebuah Catatan Hikmah

“The servant of mine whom I have given health and sufficient means, and he allows five years to pass by (without visiting my House), is verily deprived” (Hadist qudsi, Sahih Ibn Hibban: 3703)

Jakarta, Mei 2011

Sedari awal pernikahan, saya dan pak suami sudah memiliki misi yg sama. Kami memiliki cita-cita untuk berangkat haji sebelum usia memasuki kepala tiga. Padahal belum tahu sih gimana caranya, tapi bismillaah… kami masukkan ke dalam life pan kami bersama (ecieee :D). Seperti prinsip saya, menulis rencana mah sah-sah aja, lalu serahkan urusan kepada satu-satunya Dzat Yang Maha Mengetahui Segala. Apalagi kalau bicara tentang target ibadah, malu kalau sampai lebih rendah dibanding target dunia (ya ga, ya ga). Jadi bismillah… kami masukkan targetan itu ke dalam life plan kami berdua.

——–

London, Januari 2012

Kami sadar betul daftar antrian haji begitu panjang di tanah air. Orang tua saya harus menunggu selama lebih dari 10 tahun (sekarang pun masih dalam antrian). Tapi berawal dari impian sederhana, Allah mulai tampakkan caranya. Saat saya S2 di London, saya belajar bahwa ada kemungkinan kami bisa berangkat haji dari UK. Kalau di Inggris, tidak ada sistem antrian (karena jumlah Continue reading “Berhaji dari Inggris: Sebuah Catatan Hikmah”

Blog at WordPress.com.

Up ↑