Search

Dewi Nur Aisyah

Sejernih cita, Sebening asa, Merajut cerita

Category

Akademik

Wabah Difteri vs Vaksin: Karena Kesehatan Adalah Hak Mereka

“Being a parent is not about what you think best for yourself. It’s about doing what is best for your child”

Saat ini di tanah air sedang ramai berita tentang Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri di banyak provinsi di Indonesia. Sedikit coretan ini akan membahas mengenai difteri, tentunya dari kaca mata epidemiologi. Difteri pernah menjadi penyebab utama penyakit dan kematian tertinggi pada anak-anak. Pada tahun 1921, terdapat 206.000 kasus difteri di Amerika Serikat dan mengakibatkan 15.520 kematian. Difteria juga merupakan penyebab utama kematian ketiga pada anak-anak di Inggris dan Wales pada tahun 1930-an. Sejak diperkenalkannya imunisasi yang efektif pada tahun 1920, angka kejadian difteri telah menurun secara drastis di Amerika Serikat dan negara-negara lain yang mencanangkan program imunisasi secara luas di wilayahnya.

Difteri blog 2
Chart kasus difteri di Amerika Serikat dan poster pencegahan difteri pada tahun 1900

Kapankah pertama kali ditemukan kasus difteri?

Difteri pertama kali digambarkan oleh Continue reading “Wabah Difteri vs Vaksin: Karena Kesehatan Adalah Hak Mereka”

Advertisements

35 Months of My PhD Life: You Almost There!

“Jangan kau kira cinta datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun. Cinta adalah anak kecocokan jiwa. Dan jika itu tidak ada, cinta tidak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun, bahkan milenia…” (Kahlil Gibran)

Aih aiiih… tetiba ngomongin cinta. Hihi… Assalamu’alaykum semua, kembali lagi dengan emak yang masih sekolah ini. Udah lama banget nih skip nulis blog (maapkeun). Tapi koq, postingan kali ini dibuka dengan kalimat romantis begitu? Hoho… akan dijelaskan di bagian akhir yaa..

Kalau lihat kalender, kadang saya masih suka merasa tidak percaya, bahwa perjalanan PhD saya sudah sampai sini. Iya, sini. Sudah hampir 3 tahun dengan nano-nano asam manis perjalanannya. Saya skip hampir satu tahun nih mencatat apa-apa saja yang sudah saya lalui di tahun ketiga ini. Rasanya? Alhamdulillaah, luar biasa, Allahu akbar!! ^_^

Bisa dibilang PhD saya memang tidak mulus jalannya, dikarenakan pihak dari Guernsey tidak juga memberi kabar (kalau masih ingat, curhatan saya ada disini tentang ini), jadilah saya kehilangan 2-3 chapter thesis ya. Iya, itu artinya saya harus memikirkan 2 chapter pengganti. Hal itu pula yang membuat studi saya mundur sedikit dari rencana (saya). Qadarullah… saya yakin bahwa itu adalah yang terbaik, bukankah rencana-Nya selalu lebih baik dari rencana awal kita? Akhirnya 2 Continue reading “35 Months of My PhD Life: You Almost There!”

Gagal: Kenapa Bimbang?

“I do not fail. I succeed in finding out what does not work” (anonymous)

Postingan kali ini sekalian curhat ya (hehe, pake minta izin segala :D), dan menjawab pertanyaan seorang saudari jauh di tanah air sana. “Mba koq hidupnya kaya sempurna banget ya. Keluarga, karir, studi, berhasil semua”, begitu ujarnya. Eh eh… emang begitu kenyataannya? Saya cerita kejadian hari ini ya…

Saya pernah posting beberapa waktu lalu tentang saya terpilih dari sekian ratus applicant sebagai finalis lomba poster yang diselenggarakan di UCL, tepatnya “UCL Populations & Lifelong Health Domain Symposium”. Ceritanya hari inilah (Selasa, 17 Januai 2017) final kompetisinya. Sudah nge-print poster (yang mahal banget), pergi pagi menuju UCL Institute of Child Health, dan makan buah aja seharian (karena menu halal entah dimana ga ada). Di luar dugaan, ternyata banyak kolega dari Farr Institute yang datang, termasuk supervisor utama saya (professor di bidang infectious disease epidemiology).

Namanya kompetisi tentu berharap menang dooong (ya iyalah). Singkat cerita, di akhir simposium, di tengah jantung saya berdebar kencang akankah saya masuk sebagai pemenang (minimal runner up lah) dan ternyataaaa… jeng jeng! Nama saya tidak termasuk di jajaran pemenangnya. Continue reading “Gagal: Kenapa Bimbang?”

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑