Search

Dewi Nur Aisyah

Sejernih cita, Sebening asa, Merajut cerita

Category

Akademik

Gagal: Kenapa Bimbang?

“I do not fail. I succeed in finding out what does not work” (anonymous)

Postingan kali ini sekalian curhat ya (hehe, pake minta izin segala :D), dan menjawab pertanyaan seorang saudari jauh di tanah air sana. “Mba koq hidupnya kaya sempurna banget ya. Keluarga, karir, studi, berhasil semua”, begitu ujarnya. Eh eh… emang begitu kenyataannya? Saya cerita kejadian hari ini ya…

Saya pernah posting beberapa waktu lalu tentang saya terpilih dari sekian ratus applicant sebagai finalis lomba poster yang diselenggarakan di UCL, tepatnya “UCL Populations & Lifelong Health Domain Symposium”. Ceritanya hari inilah (Selasa, 17 Januai 2017) final kompetisinya. Sudah nge-print poster (yang mahal banget), pergi pagi menuju UCL Institute of Child Health, dan makan buah aja seharian (karena menu halal entah dimana ga ada). Di luar dugaan, ternyata banyak kolega dari Farr Institute yang datang, termasuk supervisor utama saya (professor di bidang infectious disease epidemiology).

Namanya kompetisi tentu berharap menang dooong (ya iyalah). Singkat cerita, di akhir simposium, di tengah jantung saya berdebar kencang akankah saya masuk sebagai pemenang (minimal runner up lah) dan ternyataaaa… jeng jeng! Nama saya tidak termasuk di jajaran pemenangnya. Continue reading “Gagal: Kenapa Bimbang?”

Advertisements

(Almost) 24 Months of My PhD Life: Entering the 3rd Year

“Life is full of surprises and serendipity. Being open to unexpected turns in the road is an important part of success. If you try to plan every step, you may miss those wonderful twists and turns. Just find your next adventure -do it well, enjoy it- and then, not now, think about what comes next.” (Condoleeza Rice)

Yuhuuu… kembali lagi dengan catatan perjalanan S3 saya, yang semakin nano-nano rasanya. Hehe… Sekarang udah bulan keberapa ya? Sebentar sebentar… What??!! Udah hampir genap 24 bulan ternyata saya menjadi mahasiswa PhD. Itu artinya saya akan bersegera menjejak tahun ketiga. Tidaaaaaaak!!!! Kenapa saya teriak? Karena saya merasa masih belum maksimal. Karena ternyata menjalani S3 itu bisa jadi ga semulus yang direncanakan, huhu… Eh eh, udah mau langsung curhat aja nih. 😀

Dulu saya udah pernah bilang, menjadi mahasiswa S3 itu kita dituntut untuk menjadi independent researcher. Ga ada yang kasih arahan harus ngapain, target pekan ini apa, dsb. Kalau S1 dan S2 mah enak, jadwal jelas. S3?? Harus mandiri bok! Nah nah… saya sempat mention ‘drama’ tentang local PI (Principal Investigator) saya di Guernsey yang tidak kunjung memberi kabar juga. Alhamdulillaah nya ia berhasil dihubungi bulan Juli lalu. Tapi eh tapi, drama ini berlanjut kembali. Saya kembali ‘digantungin’, hiks2… Continue reading “(Almost) 24 Months of My PhD Life: Entering the 3rd Year”

PhD Mom Diary: Mulai dari Belajar kpd Pak Menteri hingga Puasa 19 Jam di London

“It’s amazing how when things don’t work out the way you planned, Allah makes them work out better. And when you least expect it, you’re given so much more that what you thought you wanted” (Yasmin Mohaged)

Waah… saya baru sadar kalau sudah hampir 2 bulan saya tidak meng-update blog saya. Ini disebabkan satu dan lain hal yang akan saya jabarkan pada tulisan kali ini. Tulisan ini adalah rangkuman kegiatan saya sebagai PhD mom di bulan 17-19 sekolah doktoral saya. Dan ini sebenarnya hanyalah kolase perjalanan pasca upgrade di bulan April yang saya tuliskan di status FB saya (ada beberapa tambahan juga sih). Sengaja saya rapikan dan simpan dalam blog agar ga hilang dalam ingatan 😀

Jadi jadi… sebenarnya ada apa aja nih yang terjadi selama 2 bulan terakhir ini? Kenapa blog-nya menjadi sunyi senyap? Sebenarnya nih, bisa dibilang grafik kesibukan saya pasca upgrade itu turun drastis tis tis! Bahkan bisa dibilang saya merasa jadi PhD “pengangguran”. Eits… ini bukan karena saya malas lho, ada faktor diluar diri kita yang ternyata bisa membuat PhD kita tersendat.

Nah contohnya kasus saya ini. Pasca upgrade, saya sebenarnya berencana untuk berkunjung ke Guernsey (lokasi penelitian saya), melanjutkan aplikasi ethics approval untuk genomic study di Guernsey dan UCL, pun mulai entry data dari kuesioner yang sudah dikumpulkan sejak bulan Januari 2016 lalu. Tapi qadarullaah… takdir Allah berkata lain. Continue reading “PhD Mom Diary: Mulai dari Belajar kpd Pak Menteri hingga Puasa 19 Jam di London”

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑